Bank Nagari Simpang Empat, Pasaman Barat temukan uang tidak layak edar senilai Rp345 juta

id berita pasaman barat,berita sumbar,BN

Bank Nagari Simpang Empat, Pasaman Barat temukan uang tidak layak edar senilai Rp345 juta

Aktifitas Bank Nagari Cabang Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar saat melayani transaksi nasabah, Jumat. (antarasumbar/Istimewa)

Saat transaksi, teller berkemungkinan menemukan uang yang diragukan keasliannya dan menindaklanjuti ke kantor pusat untuk diteruskan ke Bank Indonesia,
Simpang Empat (ANTARA) - Bank Nagari Cabang Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang 2020 menemukan uang tidak layak edar senilai Rp345 juta.

"Uang itu ditemukan dari transaksi tunai dengan nasabah," kata Pimpinan Bank Nagari Cabang Simpang Empat, Pasaman Barat, Hendri Masri di Simpang Empat, Jumat.

Ia mengatakan uang itu adalah uang kertas lusuh, cacat, rusak dan nomor seri yang hilang.

Terhadap uang tidak layak edar itu pihaknya mengirimkan ke kantor kas koordinator dan nanti diteruskan ke Bank Indonesia.

"Saat transaksi, teller berkemungkinan menemukan uang yang diragukan keasliannya dan menindaklanjuti ke kantor pusat untuk diteruskan ke Bank Indonesia," katanya.

Pihaknya banyak menemukan uang lusuh, koyak dan lembek. Sehingga dikumpulkan dan dilaporkan ke kantor kas koordinator.

Uang tersebut nantinya tidak hilang tetapi nanti diganti dengan uang baru setelah persetujuan Bank Indonesia.

"Rata-rata setiap tahun kita menemukan uang tidak layak edar senilai Rp300 juta lebih," ujarnya.

Menurutnya uang tidak layak edar itu disebabkan karena pemakaian yang sudah sering sehingga lusuh, robek dan lembek.

"Meskipun sudah lusuh nasabah tetap bisa bertransaksi dan tidak menghalangi untuk menabung dan sebagainya," ujarnya.

Ia menambahkan hingga saat ini pihaknya belum menemukan uang palsu. Bank tidak boleh menyebutkan uang itu palsu tetapi jika diragukan keasliannya maka uang tersebut akan diteruskan atau dilaporkan ke Bank Indonesia.

Saat ini Bank Nagari Simpang Empat memiliki sekitar 80 ribu nasabah tabungan masyarakat.***1***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar