Tiga konflik manusia-satwa liar terjadi di Agam selama sepekan

id berita agam,berita sumbar,konflik

Tiga konflik manusia-satwa liar terjadi di Agam selama sepekan

Muhammad Taher (37) warga Padang Koto Marapak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan sedang dirawat di RSUD Lubukbasung, setelah diserang buaya muara. (antarasumbar/Yusrizal.)

Kambing itu dimangsa satwa tersebut saat di dalam kandang,
Lubukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat mencatat tiga konflik manusia dengan satwa liar terjadi di daerah itu selama sepekan sejak 15-20 November 2020.

"Konflik itu terjadi antara manusia dengan beruang madu, manusia dengan macan dahan dan manusia dengan buaya muara," kata Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Jumat.

Ia mengatakan, konflik manusia dengan satwa liar itu pertama kali terjadi di sekitaran jalur wisata Kelok 44 tempatnya di Kelok 42 Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Minggu (15/11) siang.

Saat itu, beruang madu masuk di lahan perkebunan warga tidak jauh dari pemukiman masyarakat.

Sedangkan konflik antara manusia dengan macan dahan terjadi di Kampuang Koto, Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Minggu (15/11) malam.

Macan dahan itu memangsa tiga ekor kambing milik Idon (32) satu ekor dalam kondisi mati tanpa mengalami luka-luka dan kambing milik Muhammad Hakim (60) dua ekor.

"Kambing itu dimangsa satwa tersebut saat di dalam kandang. Kita telah memasang perangkap evakuasi di Kelok 42 dan di Kampuang Koto untuk mengevakuasi satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," katanya.

Setelah itu, konflik manusia dengan buaya muara terjadi di Sungai Batang Nanggang, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kamis (19/11) malam.

Salah seorang warga atas nama Muhammad Taher (37) diserang buaya saat menangkap ikan menggunakan bubu.

Akibatnya, Taher mengalami luka robek pada bagian paha dan betis sebelah kiri.

"Saat ini korban sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung," katanya.

Ia mengakui, selama Januari sampai 20 November 2020 sebanyak 10 kali konflik manusia dengan satwa liar.

Dari 10 konflik itu, satu warga meninggal dunia dimangsa buaya muara. Selain itu, 12 ekor ternak berupa tiga ekor kerbau, satu ekor sapi dan delapan ekor kambing dimangsa harimau Sumatera, macan dahan dan beruang madu.

Konflik itu terjadi akibat habitatnya terganggu dan cadangan makanan mulai menipis.

"Saya mengimbau warga untuk berhati-hati saat berada di kebun, sungai dan lainnya, agar tidak menjadi korban satwa liar tersebut," katanya. ***3***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar