Bawaslu Pariaman optimalkan pencegahan pelanggaran iklan kampanye di media massa untuk Pilgub Sumbar

id berita pariaman,berita sumbar,bawaslu

Bawaslu Pariaman optimalkan pencegahan pelanggaran iklan kampanye di media massa untuk Pilgub Sumbar

Suasana Rapat Koordinasi Pengawasan Iklan Kampanye di Media Sosial pada Pilgub dan Wagub Sumbar yang diselenggarakan oleh Bawaslu Pariaman di Pariaman, Selasa. (Antarasumbar/Aadiaat M.S.)

Ini menjadi ranah Bawaslu dan bersama masyarakat untuk mengawasinya,
Pariaman (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mengoptimalkan pencegahan pelanggaran iklan kampanye di media massa untuk pemilihan gubernur (Pilgub) dan wakil gubernur (Wagub) Sumbar.

"Ini seiring dengan tahapan iklan kampanye di media massa yang dimulai dari 22 November sampai 5 Desember 2020," kata Koodinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pariaman, Ulil Amri usai Rapat Koordinasi Pengawasan Iklan Kampanye di Media Sosial pada Pilgub dan Wagub Sumbar di Pariaman, Selasa.

Untuk Pilgub, katanya pihak KPU memfasilitasi iklan kampanye di media massa namun pihak pasangan calon hanya boleh memasang iklan di media daring.

"Ini menjadi ranah Bawaslu dan bersama masyarakat untuk mengawasinya," katanya.

Ia mengatakan iklan tersebut dapat mempromosikan program dan visi serta misi yang diusung oleh pasangan calon pada Pilgub dan Wagub Sumbar kepada masyarakat.

Ia menyampaikan dengan program dan visi serta misi yang tersampaikan maka masyarakat dapat mengatahui siapa saja yang akan dipilihnya untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Pada kegiatan tersebut Bawaslu Pariaman tidak saja menghadirkan pihak media massa namun juga perwakilan tim pemenangan pasangan calon agar kedua belah pihak memahami aturan yang telah ditetapkan.

Sementara Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Pariaman, Abrar Aziz mengatakan saat ini yang menjadi permasalahan yaitu pasangan calon Cagub dan Cawagub menggunakan 'influencer' atau orang yang dapat memberikan pengaruh kepada pengikutinya di media sosial terhadap sesuatu hal.

"Ini belum ada dalam petunjuk teknis kami, namun menjadi ini sedang dibahas," ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat yang telah memiliki hak pilih untuk menyukseskan Pilgub dan Wagub Sumbar dengan datang ke TPS pada 9 Desember 2020 serta tidak mudah terpancing dengan isu negatif.

"Di Pariaman ini setiap pesta demokrasi pasti terlihat ribut, padahal kenyataan tidak. Namun ribut hanya hingga waktu pemilihan saja, selesai pemilihan tenang kembali," tambahnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar