Warga Maninjau Agam budidaya porang seluas 18 hektare

id berita agam,berita sumbar,porang

Warga Maninjau Agam budidaya porang seluas 18 hektare

Pengiat budidaya pohon porang di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Rosmi Rizal. (antarasumbar/Istimewa)

18 hektare lahan ini milik 38 orang warga di Nagari Maninjau dan 38 orang itu kita bentuk Group Porang Maninjau,
Lubukbasung (ANTARA) - Warga Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat membudidaya pohon porang di lahan seluas 18 hektare di Nagari Maninjau dalam mengalihkan ketergantungan warga sekitar dari budidaya ikan di Danau Maninjau ke daratan.

Pengiat budidaya pohon porang Maninjau, Rosmi Rizal di Lubukbasung, Jumat, mengatakan lahan seluas 18 hektare itu tersebar di lima jorong di Nagari Maninjau.

"18 hektare lahan ini milik 38 orang warga di Nagari Maninjau dan 38 orang itu kita bentuk Group Porang Maninjau," katanya.

Ia menambahkan, saat ini 10 hektare lahan milik 20 orang telah ditanam 10 kilogram bibit porang sebagai lahan percontohan.

Bibit itu secara gratis diserahkan kepada anggota grup dan bibit merupakan bantuan dari Gerakan Cinto Nagari Maninjau dengan Ketua Harmen Yasin.

"Dana ini berasal dari perantau Nagari Maninjau yang tersebar di Indonesia," katanya.

Untuk delapan hektar lahan dengan pemilik 18 orang, tambah pensiunan PT Pertamina ini bibit porang akan diserahkan dalam waktu dekat, karena harga bibit cukup mahal Rp300 ribu per kilogram.

Buah porang itu bisa dipanen enam bulan kedepan dan buah bisa digunakan sebagai bibit.

Sementara umbinya dipanen dua tahun kedepan dengan harga Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram.

"Buah porang ini akan dipasarkan ke Pulau Jawa oleh Group Porang Maninjau," kata nenek 82 tahun ini.

Ia mengakui, budidaya porang itu dilakukan semenjak beberapa bulan lalu dan ini berawal dari teman di WA group.

Setelah itu, teman tersebut dimintak untuk datang ke Maninjau dalam melihat kondisi apakah pohon porang bisa ditanam di daerah itu.

"Dari hasil kunjungan, ternyata Nagari Maninjau sangat cocok untuk lokasi penanaman porang, karena sekitar banyak pohon," katanya.

Ia menambahkan, budidaya pohon porang itu dalam rangka mengalihkan mata pencarian warga sekitar dari budidaya ikan di Danau Maninjau ke daratan.

Dengan cara itu, maka beban pencemaran dari pakan ikan di danau tersebut akan berkurang.

"Danau Maninjau akan bersih dari pencemaran," katanya. (*)

Pohon porang. (antarasumbar/Istimewa)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar