KPU Solok Selatan tetapkan DPT yang berkurang dibanding DPS

id berita solok selatan,berita sumbar,dpt

KPU Solok Selatan tetapkan DPT yang berkurang dibanding DPS

Komisioner KPU Solok Selatan foto bersama dengan Bawaslu, perwakilan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati 2020 usai sidang pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Padang Aro, Jumat. (antarasumbar/Istimewa)

Berkurangnya jumlah DPT karena ada kroscek data ganda oleh Bawaslu yang mencapai 920 pemilih serta telah meninggal dunia, pindah domisili dan data tidak valid,
Padang Aro (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2020 sebanyak 112.207 orang atau berkurang dibandingkan dengan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 112.250 orang.

"Berkurangnya jumlah DPT karena ada kroscek data ganda oleh Bawaslu yang mencapai 920 pemilih serta telah meninggal dunia, pindah domisili dan data tidak valid," kata Ketua KPU Solok Selatan, Nila Puspita di Padang Aro, Jumat.

Untuk saat ini, katanya tidak ada lagi tanggapan masyarakat tapi apabila ada perpanjangan dari KPU RI akan disampaikan lagi.

"Apabila masyarakat tidak terdaftar dalam DPT masih bisa menyalurkan hak pilihnya menggunakan KTP," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk pemilih baru di DPT sebanyak 1.501 dan tidak memenuhi syarat 1.243 orang.

Untuk kategori pemilih baru dalam DPT, katanya bukan hanya yang baru berusia 17 tahun atau TNI Polri yang baru pensiun tetapi juga termasuk pemilih yang pindah TPS yang membuat angkanya cukup besar.

Selain itu, saat DPS ada salah pengkodean dalam pengimputan sehingga yang bersangkutan dipindahkan lagi ke TPS asal otomatis di TPS mereka terdaftat di kategorikan tidak memenuhi syarat.

"Ditempat mereka terdaftar sekarang jadi pemilih baru padahal pemilihnya masih sama hanya pindah TPS," ujarnya.

Sementara Komisioner Bawaslu Solok Selatan, Ade Kunia Zelli mengatakan, saat ini di Sidalih KPU masih ada data ganda seperti nomor KK beda tetapi NIK, nama serta tempat lahir sama tetapi tidak bisa dibaca Sidalih.

"Kalau itu dimasukkan lagi kemungkinan daftar pemilih akan berkurang lagi," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar