Penambahan kasus baru COVID-19 di atas 100 per Hari, ini seruan Wako Padang

id berita padang,berita sumbar,covid

Penambahan kasus baru COVID-19 di atas 100 per Hari, ini seruan Wako Padang

Pelaksana Tugas Wali Kota Padang, Hendri Septa saat memaparkan perkembangan terbaru kasus COVID-19 di Padang. (antarasumbar/Ikhwan Wahyudi)

Saat ini Padang masuk 12 besar kota dengan kasus COVID-19 terbesar di Indonesia,
Padang (ANTARA) - Pelaksana Tugas Wali Kota (Wako) Padang, Hendri Septa mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan.

"Saat ini Padang masuk 12 besar kota dengan kasus COVID-19 terbesar di Indonesia, untuk menekan penularan masyarakat diminta memakai masker ke luar rumah," kata dia di Padang, Kamis.

Menurutnya sejak awal Oktober 2020 penambahan kasus positif COVID-19 di Padang diatas 100 kasus per hari.

Menyikapi hal itu pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan mengadakan pesta perkawinan bagi warga yang mulai diberlakukan pada 9 November 2020.

Selain itu pihaknya juga mengeluarkan kebijakan pembatasan aktivitas tempat usaha memberlakukan pembatasan tempat usaha kafe, restoran, rumah makan, karaoke dengan syarat hanya boleh beroperasi dengan kapasitas tempat duduk maksimal 50 persen, memberlakukan pembatasan jarak dan menyediakan layanan bungkus.

Pada sisi lain pihaknya juga terus melakukan sosialisasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru yang dan melakukan penindakan bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Ia mengakui masih banyak menemukan warga yang enggan memakai masker saat keluar rumah.

"Saya diundang menghadiri lima pesta perkawinan warga di akhir pekan, dari semua yang saya datangi hanya saya sendiri yang pakai masker, yang lain tidak," katanya.

Kemudian setelah ia memberikan penjelasan baru yang lain memakai masker di tempat pesta dan saat mengecek fasilitas cuci tangan airnya utuh karena hanya sedikit undangan yang menggunakan.

"Saat berfoto bersama pengantin kembali masker dibuka, bisa dibayangkan pengantin tidak pakai masker, undangan yang datang bisa 300 orang," kata dia.

Hendri pun menceritakan pada berbagai kesempatan saat bertemu dan berkunjung ke masyarakat terus menyosialisasikan protokol kesehatan.

"Ada warga yang tidak percaya COVID-19, silakan tapi apa tidak kasihan dengan anak-anak kita yang sudah tujuh bulan belajar di rumah saja," ujarnya lagi.

Ia mengutarakan jika warga disiplin maka penambahan kasus baru dapat ditekan sehingga Padang berubah status masuk zona hijau maka anak-anak dapat bersekolah kembali.

Hendri menyebutkan hingga 14 Oktober 2020 terdapat 4.971 warga Padang positif COVID-19, sembuh 2.894 orang dan meninggal dunia 92 orang.

Sementara Kasatpol PP Kota Padang, Alfiadi menyebutkan hingga saat ini pihaknya sudah menindak 168 warga Padang yang melanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru karena tidak memakai masker keluar rumah.

"Pelanggar perda tersebut diberi sanksi administrasi berupa denda Rp100 ribu yang disetor langsung ke kas daerah," kata dia.

Kemudian jika pelanggar tersebut kembali ditemukan tidak pakai masker maka diberi sanksi denda Rp250 ribu atau kurungan dua hari.

Ia mengatakan saat ini setiap hari pihaknya rutin melakukan patroli dan pengawasan diawali dengan apel bersama jajarannya di Polresta Padang setiap pagi.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar