Kamis, IHSG diperkirakan terkoreksi

id IHSG,Bursa,Saham

Kamis, IHSG diperkirakan terkoreksi

Petugas keamanan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2020). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diperkirakan terkoreksi seiring rilis data inflasi September 2020.

IHSG dibuka menguat 29,61 poin atau 0,61 persen ke posisi 4.899,64. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,01 poin atau 1,09 persen ke di posisi 745,17.

"Mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG diperkirakan cenderung melemah dalam rentang support-ressistance 4.800-4.970 pada hari ini ," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam laporan di Jakarta, Kamis.

Dari eksternal, stimulus fiskal AS yang belum mencapai konsensus diperkirakan akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG pada hari ini.

Dari dalam negeri, rilis data Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia periode September yang kembali menunjukan kontraksi diperkirakan juga menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

Seiring sentimen di atas, pelaku pasar juga masih akan menantikan rilis data Inflasi Indonesia yang akan rilis pada siang ini oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Konsensus memperkirakan tingkat inflasi Indonesia periode September masih akan berada pada kisaran 1,42 persen (yoy).

Seiring sentimen di atas, pelaku pasar disarankan sebaiknya tidak tergesa-gesa dalam melakukan akumulasi beli. Investor bisa mencermati peluang beli atas saham-saham perbankan seperti BBRI, BBNI, BMRI dan BBCA.

Selain saham-saham perbankan, pelaku pasar juga dapat mencermati saham-saham yang bergerak di sektor infrastruktur seperti TLKM dan PGAS.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 52,74 poin atau 0,22 persen ke 23.486,36, indeks Hang Seng naik 214,43 poin atau 0,92 persen ke 23.489,96, dan indeks Straits Times menguat 9,92 atau 0,4 ke 2.481,53.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar