Pemkab Solok beri pelatihan tata kelola rumah wisata pada pengelola homestay

id berita kabupaten solok,berita sumbar,homestay

Pemkab Solok beri pelatihan tata kelola rumah wisata pada pengelola homestay

Kegiatan pelatihan homestay Kabupaten Solok. (antarasumbar/Istimewa)

Kegiatan ini dianggap memiliki potensi untuk pengembangan mengingat homestay sebagai salah satu bentuk akomodasi berbasis masyarakat,
Arosuka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, memberikan pelatihan tata kelola rumah wisata, homestay, dan pondok wisata pada pengelola homestay di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Solok Nasripul Romika, di Arosuka, Kamis, mengatakan pelatihan itu merupakan salah satu jenis pelatihan yang dilokasikan oleh Kemenparekraf RI.

"Kegiatan ini dianggap memiliki potensi untuk pengembangan mengingat homestay sebagai salah satu bentuk akomodasi berbasis masyarakat," lanjut dia.

Selain itu, Kemenparekraf juga melihat indikator dari sisi kuantitas homestay yang telah ada di Kabupaten Solok dimana telah memiliki lebih dari 50 homestay sebagai salah satu persyaratan untuk pelaksanaan pelatihan.

Menurut dia Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah tujuan prioritas pariwisata di Provinsi Sumbar yang belum memiliki sarana akomodasi yang cukup dan representatif. Untuk itu ia berharap homestay lebih berperan dalam memenuhi aspek amenitas pariwisata.

"Tujuan penyelengaraan pelatihan tata kelola homestay 2020 ini sebagai wujud untuk meningkatkan kualitas SDM pengelola industri pariwisata daerah khususnya homestay," kata dia.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan pertumbuhan homestay untuk menunjang amenitas pariwisata Kabupaten Solok, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Kabupaten Solok, dan menggerakkan potensi daerah untuk meningkatkan daya saing pariwisata.

"Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu sejak 16 hingga 18 September 2020 bertempat di Padang," ujar dia.

Selain itu, nantinya akan dilakukan study lapangan ke pulau kapo-kapo di Kabupaten Pesisir Selatan.

"Peserta pelatihan homestay atau rumah wisata ini berjumlah 40 orang yang berasal dari pemilik dan pengelola homestay dari desa wisata kampung budaya Kabupaten Solok," jelas dia.

Menurut Bupati Solok Gusmal hal itu merujuk kepada visi pembangunan Kabupaten Solok yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 hingga 2021 yaitu perlu difokuskan pada beberapa pencapaian indikator pembangunan di sektor pariwisata yang belum optimal pengelolaannya.

Selain itu, berdasarkan hal tersebut khususnya untuk peningkatan SDM dalam menunjang pertumbuhan industri pariwisata Kabupaten Solok, maka perlu diadakan berbagai kegiatan seperti pembinaan, pelatihan, dan pengawasan.

"Peningkatan SDM khususnya bagi pengelola homestay menjadi salah satu strategi pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Solok pada 2021," ujar dia. ***3***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar