Ini dilakukan Tim Mabes Polri saat kunjungi PT Semen Padang

id berita padang,berita sumbar,polisi,pt semen padang

Ini dilakukan Tim Mabes Polri saat kunjungi PT Semen Padang

Supervisi Sistem Manajemen Pengamanan oleh Tim Mabes Polri ke Semen Padang pada Rabu. (antarasumbar/HO)

Supervisi merupakan proses pembinaan yang ditujukan atau diberikan kepada objek vital nasional dalam memberikan gambaran analisis kesenjangan implementasi SMP dan saran,
Padang (ANTARA) - Tim dari Direktorat Pam Obvit Kor Sabhara Baharkam Polri mengunjungi PT Semen Padang dalam rangka memberikan supervisi implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP), Rabu.

Ketua Tim SMP Kombes Pol Dede Ruhiat Djunaidi di Padang, Rabu, mengatakan supervisi merupakan proses pembinaan yang ditujukan atau diberikan kepada objek vital nasional dalam memberikan gambaran analisis kesenjangan implementasi SMP dan saran.

Kedatangan tim dari Mabes Polri yang dipimpin Kasubdit Audit Ditpamobvit Kor Shabara Baharkam Polri Kombes Pol Dede Ruhiat Djunaidi itu, disambut Kepala Unit Pengamanan PT Semen Padang AKBP Rosmawi Tanjung dan sejumlah staf pimpinan PT Semen Padang.

Dalam supervisi tim Baharkam Polri menyosialisasikan Peraturan Kabaharkam Polri No7 Tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Pam pada Obvitnas/Obter kepada unsur pengamanan di lingkungan PT Semen Padang.

Sosialisasi Peraturan Kabaharkam tentang pemberian bantuan pengamanan digelar dengan standar protokol kesehatan dan sosialisi tersebut juga diikuti oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang, Tubagus Muhammad Dharury secara virtual.

"SMP adalah manajemen yang saling terkait dalam bentuk bimtek dan audit terhadap seperangkat elemen pengamanan yang terdiri dari komitmen dan kebijakan, pola pam, konfigurasi standar pam, standar kemampuan pelaksana PAM dan monitoring dan evaluasi," terangnya.

Perwira polisi itu juga menyampaikan perlunya audit SMP untuk Obvitnas/Objek Tertentu sebagai bentuk tanggung jawab pengukuran kinerja SMP Obvit secara reguler. Audit SMP Obvit juga bagian integral dari penerapan SMP Obvit oleh pengelola Obvit dan merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan Obvit.

Sementara itu, Auditor Profesional SMP yang juga anggota Tim SMP Baharkam Polri Brigjen Pol (Purn) Budi Purwotomenyampaikan lima ruang lingkup SMP, yaitu komitmen dan kebijakan, pola pengamanan, konfigurasi pengamanan, standar kemampuan pelaksana pengamanan, serta tentang monitoring dan evaluasi.

Implementasi dari masing-masing ruang lingkup SMP itu juga ada kriteria dan bobot penilaiannya. Untuk komitmen dan kebijakan, sebut Budi, terdapat 18 kriteria dan mempunyai bobot nilai 15 persen. Kemudian pola pengamanan dengan 49 kriteria, mempunyai bobot nilai 15 persen.

Selanjutnya tentang konfigurasi pengamanan, terdiri dari 31 kriteria dengan bobot penilaian 30 persen, standar kemampuan pelaksana pengamanan yang terdiri 10 kriteria memiliki bobot penilaian 20 persen, serta monitoring dan evaluasi terdiri dari 10 kriteria dengan bobot penilaian 10 persen.

"Bagi obvitnas/obter yang mengimplementasikan ruang lingkup SMP dengan pencapaian bobot nilai di atas 86 persen, maka akan diberikan reward berupa Gold. Kemudian, bagi obvitnas/obter yang pencapaian nilai di bawah bobot 86 persen, akan diberikan reward Perak dan Perunggu," jelasnya.

Ia berharap agar PT Semen Padang sebagai obvitnas, dapat mengimplementasikan seluruh ruang lingkup SMP dengan semaksimal mungkin. "Apalagi PT Semen Padang sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia, menjadi kebanggaan kita bersama dan bangsa Indonesia," katanya.

Sementara Direktur Keuangan PT Semen Padang, Tubagus Muhammad Dharury menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Pam Obvit Kor Sabhara Baharkam Polri yang telah datang ke PT Semen Padang untuk melakukan supervisi SMP sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem pengamanan di PT Semen Padang.

"SMP ini juga dapat mencegah, mengurangi kerugian akibat ancaman gangguan dan bencana, serta dapat mewujudkan tempat kerja yang aman dan efisien, demi tercapainya target perusahaan menjadi bagian dari produktivitas nasional," tambahnya.

Hasil supervisi ini, lanjut Tubagus juga akan dapat menjadi perbaikan sebelum dilaksanakannya audit SMP di PT Semen Padang. Sebab, pelaksanaan audit merupakan final untuk perolehan sertifikat SMP dari Kapolri, dan sertifikat SMP itu penting bagi PT Semen Padang yang merupakan objek vital nasional.

PT Semen Padang sebelumnya telah mengimplementasikan SMP sejak 2012 dan regulasinya mengacu pada Peraturan Kapolri No 24 tahun 2007 dan Peraturan Polri No 3 tahun 2019. Regulasi SMP ini juga berkaitan dengan SNI/ISO 9001 dan SNI/ISO 14001 yang banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar