Saham-saham Wall Street menguat di tengah harapan Fed akan tetap akomodatif

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P 500,indeks Nasdaq

Saham-saham Wall Street menguat di tengah harapan Fed akan tetap akomodatif

Ilustrasi - Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.

New York, (ANTARA) - Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor berharap Federal Reserve akan tetap dengan sikap kebijakan moneter akomodatif yang mendukungnya ketika pertemuan dua hari bank sentral AS sedang berlangsung.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,27 poin atau 0,01 persen menjadi ditutup di 27.995,60 poin. Indeks S&P 500 bertambah 17,66 poin atau 0,52 persen, menjadi berakhir di 3.401,20 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 133,67 poin atau 1,21 persen, menjadi 11.190,32 poin.

Tetapi pasar keluar dari tertinggi sesi ketika saham Apple Inc. menghapus sebagian besar keuntungan mereka pagi hari. Saham berakhir datar setelah sempat melemah sesaat setelah acara produknya, yang mencakup peluncuran layanan kebugaran virtual baru dan semua pelangganannya, Apple One.

Saham Apple, yang naik sebanyak sekitar tiga persen di awal sesi dan terangkat tiga persen pada Senin (14/9/2020), sering turun setelah naik sebelum acara itu.

Saham-saham perusahaan teknologi besar AS lainnya, seperti Amazon, Facebook, Netflix, dan induks perusahaan Google, Alphabet semuanya ditutup lebih tinggi.

Nasdaq mengungguli dua indeks utama lainnya, sementara indeks teknologi S&P 500 menguat satu persen, memperpanjang pemulihannya dari aksi jual brutal awal bulan ini yang telah menghentikan reli Wall Street.

Para investor optimistis ketika The Fed memulai pertemuan kebijakan pertamanya sejak Ketua Jerome Powell mengumumkan sikap yang lebih akomodatif terhadap inflasi.

"Sementara ekonomi melambat, berita makro yang akan datang akan bersahabat, yang seharusnya mengindikasikan The Fed tidak akan mengubah kebijakan," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

Data pada Selasa (15/9/2020) menunjukkan produksi pabrik AS meningkat kuat pada Agustus. Secara terpisah, harga impor AS meningkat lebih besar dari yang diperkirakan untuk bulan yang sama, mendukung pandangan bahwa tekanan inflasi sedang meningkat.

Indeks keuangan S&P 500 jatuh 1,4 persen, dengan Citigroup Inc C.N anjlok 6,9 persen menyusul laporan bahwa regulator federal sedang bersiap untuk menegur pemberi pinjaman AS karena gagal meningkatkan sistem manajemen risikonya.

JPMorgan Chase & Co JPM.N tergelincir 3,1 persen karena menurunkan perkiraan pendapatan bunga bersih setahun penuh. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar