Mengairi 120 hektare lahan pertanian, PT Semen Padang lanjutkan proyek normalisasi intake Baringin

id berita padang,berita sumbar,pt semen padang

Mengairi 120 hektare lahan pertanian, PT Semen Padang lanjutkan proyek normalisasi intake Baringin

​​​​​​​Pengerjaan normalisasi intake sungai Batang Baringin Padang. (antarasumbar/HO)

Ada tiga tahap pengerjaan normalisasi intake Baringin tersebut dan tahap I dan II sudah selesai dilaksanakan,
Padang (ANTARA) - PT Semen Padang kembali melanjutkan proyek normalisasi intake Sungai Batang Baringin, Lubuk Kilangan, Padang untuk memenuhi kebutuhan pengairan lebih 120 hektare lahan pertanian dan kolam ikan masyarakat yang bermukim di kawasan itu.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Muhamad Ikrar di Padang, Selasa, menyebutkan ada tiga tahap pengerjaan normalisasi intake Baringin tersebut dan tahap I dan II sudah selesai dilaksanakan.

Untuk tahap pertama, berupa normalisasi sungai berupa pembersihan delta secara swakelola dan penyusunan batu-batu di pinggir sawah pada 2019.

Kemudian tahap kedua berupa pemasangan baronjong sepanjang 175 meter di bibir sungai hingga ke pintu air, juga telah selesai dilakukan Agustus 2020.

Sedangkan untuk tahap ketiga, pemasangan baronjong dari intake ke saluran air untuk pengairan sawah di Baringin dan Tarantang.

"Untuk pengerjaan tahap ketiga ini akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Desainnya sudah keluar dari Unit Sarana Umum PT Semen Padang. Untuk pengerjaannya, kami juga menunjuk vendor lokal," kata Muhamad Ikrar yang didampingi Kepala Bidang Bina Lingkungan CSR Semen Padang, Masykur Rauf.

Penunjukan vendor lokal dilakukan perusahaan, lanjutnya supaya dapat menyerap tenaga kerja lokal, karena dampak pandemi saat ini, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan.

"Jadi penunjukan vendor lokal itu dilakukan, supaya ada efek ganda dari proyek normalisasi intake Baringin tersebut," katanya.

Proyek normalisasi intake Baringin itu juga merupakan bagian dari Program Khusus Nagari yang diinisiasi PT Semen Padang bersama Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan.

Program khusus berupa normalisasi intake ini direalisasikan, karena lahan pertanian di Baringin dan Tarantang mengalami kekeringan sejak empat tahun lalu.

"Lahan di dua kelurahan itu kekeringan, karena intake Baringin yang menjadi sumber air untuk areal persawahan rusak diterjang banjir bandang," jelas dia.

Ketua KAN Lubuk Kilangan Basri Dt Rajo Usali, mengapresiasi PT Semen Padang yang terus berupaya mengatasi kesulitan sumber air untuk masyarakat di Kelurahan Baringin dan Kelurahan Tarantang dengan melakukan normalisasi intake Baringin secara bertahap.

"Sudah empat tahun atau delapan periode panen masyarakat Baringin dan Tarantang tidak bisa mengarap sawahnya. Alhamdulillah, dengan adanya proyek normalisasi intake Baringin dari PT Semen Padang itu, mudah-mudahan kesulitan sumber air untuk areal persawahan akan dapat teratasi," terangnya.

Sebelumnya, Camat Lubuk Kilangan Yalmasril saat peninjauan proyek Intake Baringin pada Agustus 2020 mengatakan normalisasi intake Baringin membantu beban Pemerintah Kota Padang dalam mengatasi kebutuhan air untuk pengairan sawah di Baringin dan Tarantang.

"Normalisasi intake Baringin ini meringankan beban Pemko Padang, karena memang sebelumnya, Pemko Padang sudah berupaya menganggarkan dana untuk normalisasi intake Baringin, tapi sampai sekarang anggarannya belum tuntas juga," katanya.

Yalmasril juga mengemukakan bahwa kerusakan intake Baringin akibat banjir bandang beberapa tahun lalu itu membuat sawah dan kolam ikan mengering. Bahkan informasi dari Dinas pertanian, jumlah lahan dan kolam ikan yang mengering mencapai 120 hektare.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar