Saham-saham Wall Street beragam, setelah klaim pengangguran turun di bawah 1 juta

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P 500,indeks Nasdaq

Saham-saham Wall Street beragam, setelah klaim pengangguran turun di bawah 1 juta

Ilustrasi - Pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri. (ANTARA/REUTERS)

New York, (ANTARA) - Indeks-indeks utama Wall Street beragam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah klaim pengangguran turun di bawah satu juta untuk pertama kalinya sejak upaya-upaya untuk mengekang wabah COVID-19 di Amerika Serikat dimulai lima bulan lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 80,12 poin atau 0,29 persen menjadi ditutup pada 27.896,72 poin. Indeks S&P 500 melemah 6,92 poin atau 0,20 persen menjadi berakhir di 3.373,43 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 30,27 poin atau 0,27 persen menjadi 11.042,50 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor energi merosot 1,99 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor komunikasi dan teknologi naik masing-masing 0,38 persen dan 0,04 persen, hanya dua kelompok yang memperoleh kenaikan.

Wall Street telah memulihkan sebagian besar dari triliunan kapitalisasi pasar yang hilang selama awal pandemi dan Nasdaq adalah yang pertama dari tiga indeks utama yang mencapai rekor tertinggi pada Juni. Dow tetap di bawah puncaknya pada Februari.

Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 963.000 pada pekan yang berakhir 8 Agustus, menyusul revisi naik 1,191 juta pada pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (12/8).

Itu menandai pertama kalinya klaim mingguan AS turun di bawah satu juta sejak penutupan ekonomi yang dipicu oleh pandemi virus corona yang dimulai pada Maret.

"Penurunan klaim mencerminkan pembukaan kembali ekonomi, tetapi itu juga menunjukkan berakhirnya tunjangan pengangguran tambahan federal mungkin telah meyakinkan beberapa orang untuk berhenti bergantung bantuan dan mencari pekerjaan," kata Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, dalam sebuah catatan pada Kamis (12/8).

Data pekan lalu juga menunjukkan bahwa ekonomi hanya memperoleh kembali 9,3 juta dari 22 juta pekerjaan yang hilang antara Februari dan April, menunjukkan jalan panjang untuk mencapai tingkat pra-pandemi.

Wall Street juga mencemaskan nasib yang tidak pasti dari stimulus virus corona lebih lanjut di Amerika Serikat ketika anggota parlemen negara itu terus memperdebatkan paket tersebut.

Investor terus berharap Demokrat dan Gedung Putih dapat mencapai kesepakatan tentang paket stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi. Tunjangan pengangguran telah menjadi poin penting dalam pembicaraan mereka.

Pemilihan presiden AS diperkirakan akan menambah lapisan ketidakpastian ke pasar, dengan kira-kira 12 minggu tersisa hingga Hari Pemilihan. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar