Polisi belum lakukan penahanan terhadap Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Martias Wanto (Video)

id Polda sumbar,belum tahan,bupati agam indra catri,martias wanto,berita agam,agam terkini,berita sumbar,sumbar terkini

Polisi belum lakukan penahanan terhadap Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Martias Wanto (Video)

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Bayu Satake. (Antara/Istimewa)

Padang, (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menyatakan belum melakukan penahanan terhadap Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Agam Martias Wanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR RI Mulyadi melalui akun facebook Mar Yanto.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu di Padang, Selasa, mengatakan belum ditahan dan ini baru penetapan.

"Nanti akan dilakukan pemeriksaan, dan lanjutan nanti kita tunggu perkembangan," kata dia.

Ia mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan penyidikan dan mengambil keterangan dari sejumlah ahli mulai dari ahli bahasa, ahli IT, kriminolog dan lainnya.

Baca juga: Polda Sumbar tetapkan Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Martias Wanto sebagai tersangka ujaran kebencian

Dan hasil gelar perkara di Bareskrim Polri pada Jumat (7/8) keduanya dinyatakan sebagai tersangka.

Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka tambahan berdasarkan surat tap/33/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020.

Sementara Martias Wanto berdasarkan surat tap/32/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020.

Sebelumnya kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap anggota DPR-RI Mulyadi berdasarkan laporan Refli Irwandi (40), pada Kamis (4/5/2020) dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr atas akun Facebook Mar Yanto yang diduga akun anynomous (Bodong).

"Surat penetapan tersangka sudah disampaikan kepada yang bersangkutan Senin (10/8/2020) kemarin," ujarnya. (*)

Baca juga: Polda Sumbar akan limpahkan kasus ujaran kebencian terhadap Mulyadi ke kejaksaan



Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar