Danrem 032/WBR resmikan dan serahkan RTLH yang telah direhab

id berita payakumbuh,berita sumbar,TNI

Danrem 032/WBR resmikan dan serahkan RTLH yang telah direhab

Komandan Komando Resimen (Danrem) 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Mada meresmikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Nagari Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (7/8). (Antarasumbar/Akmal Saputra)

RTLH yang telah direhab ini merupakan perintah dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI, Andika Perkasa untuk membantu masyarakat tidak mampu melalui satuan-satuan wilayah,
Payakumbuh (ANTARA) - Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 032/Wirabraja (WBR) Brigjen TNI Arief Gajah Mada meresmikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah direhab yang merupakan karya bakti dalam rangka HUT RI ke-75.

"RTLH yang telah direhab ini merupakan perintah dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI, Andika Perkasa untuk membantu masyarakat tidak mampu melalui satuan-satuan wilayah," jelas dia seusai meresmikan rehab RTLH di Nagari Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Ia mengatakan program rehab RLTH ini setiap tahunnya memang terus dilakukan. Namun, hal ini terus disesuaikan dengan kondisi wilayah yang memang sangat membutuhkan.

Selain melaksanakan karya bakti rehab RTLH, sambung dia pihaknya juga melakukan program bakti sosial dengan menyerahkan bantuan tali asih berupa sembako yang merupakan bantuan langsung dari Danrem.

Pada kesempatan ini, Danrem juga memberikan bantuan lainnya kepada pemilik rumah berupa sembako, tongkat dan kaki palsu karena kaki pemilik rumah telah diamputasi.
Komandan Komando Resimen (Danrem) 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Mada meresmikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Nagari Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (7/8). (Antarasumbar/Akmal Saputra)


"Harapan kami sesuai dengan arahan Kasad, semoga kedepannya melalui kegiatan ini dapat lebih mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat," tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf Ferry Lahe mengatakan dalam karya bakti rehab RTLH ini pihaknya tidak hanya membedah rumah, namun juga melengkapinya dengan perabotan rumah tangga.

"Mulai dari tempat tidur, kursi tamu, kursi makan, kulkas dan termasuk alat rumah tangga lainnya. Bahkan, kami juga bekerja sama dengan PLN untuk memasang jaringan listrik ke rumah tersebut," sebutnya.

Untuk itu, Dandim sangat mengapresiasi kerjasama dari PLN dalam membantu masyarakat kurang mampu. Sebab, jarak antara jaringan induk menuju rumah tersebut cukup jauh.

"Agar bisa mencapai rumah, PLN harus memasang empat tiang. Termasuk instalasi listrik ke bangunannya, semuanya gratis. Jadi ini memang harus diapresiasi," ujarnya.

Menurut Dandim, anggaran untuk merehab rumah ini hanya tersedia Rp30 juta. Tapi, untuk rehab rumah saat ini menghabiskan uang Rp62 juta yang termasuk biaya perabotan rumah.

"Jadi sisa kekurangan ini, semuanya dibantu oleh donatur. Ini yang harus diapresiasi," kata dia.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar