Pemkot dan DPRD Payakumbuh sepakat bangun Masjid Agung dengan tahun jamak

id berita payakumbuh,berita sumbar,masjid agung

Pemkot dan DPRD Payakumbuh sepakat bangun Masjid Agung dengan tahun jamak

Penandatanganan nota kesepakatan bersama pembangunan Masjid Agung Kota Payakumbuh. (Antarasumbar/Akmal Saputra)

Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk anggota DPRD,
Payakumbuh (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Payakumbuh, Sumatera Barat menyepakati rencana pembangunan Masjid Agung di daerah itu dengan kontrak tahun jamak atau pengerjaannya menggunakan APBD lebih dari dari satu tahun.

"Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk anggota DPRD. Karena telah memahami apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat Kota Payakumbuh," kata Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi di Payakumbuh, Rabu.

Riza menambahkan lahan yang dapat dipakai untuk pembangunan mesjid agung adalah seluas 4,6 hektare. Namun, pihaknya juga menargetkan penambahan lahan, sehingga bisa mencapai 5 hingga 7 hektare nantinya.

"Kami tak hanya akan membangun Mesjid Agung saja di area itu, banyak lagi sarana yang akan kita siapkan demi meningkatkan perekonomian masyarakat" tambah Riza.

Sementara Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hamdi Agus mengatakan bahwa secara prinsip memang seluruh fraksi telah menyatakan dukungannya untuk pembangunan Masjid Agung ini.

"Tadi kami sudah menandatangani nota kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemkot untuk pembangunan Masjid Agung secara tahun jamak. DPRD secara umum mendukung," ujarnya.

Bahkan, pihaknya juga mendorong agar Pemkot Payakumbuh secepatnya bergerak untuk pelaksanaan proses pembangunan ini. Salah satunya dalam hal pembebasan lahan.

"Pembebasan lahan masih dilakukan di perubahan anggaran dan diawal tahun nantinya. Sehabis itu baru akan dilaksanakan tender dan pembangunan," lanjut dia.

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi Golkar Maharnis Zul mengatakan enam fraksi di DPRD Payakumbuh menyetujui pembangunan Masjid Agung ini dengan beberapa catatan. Seperti pembebasan lahan harus selesai sebelum mesjid dibangun, serta ada fasilitas bagi lembaga adat dan agama sehingga ada integrasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Integrasinya juga dibarengi dengan akan adanya peningkatan ekonomi karena lokasi berdekatan dengan Ngalau Indah dan Batang Agam," sebutnya. (*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar