RSUD Lubukbasung Agam kurangi target pendapatan akibat COVID-19

id Rs

RSUD Lubukbasung Agam kurangi target pendapatan akibat COVID-19

Dirut RSUD Lubukbasung, Syahrizal Antoni. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubuk Basung (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 2020 mengurangi target pendapatan dari Rp31 miliar menjadi Rp28,5 miliar akibat adanya pandemi COVID-19.

"Kita mengurangi target dari Rp31 miliar menjadi Rp28,5 miliar atau Rp2,5 miliar pada 2020," kata Direktur RSUD Lubukbasung, Syahrizal Antoni di Lubukbasung, Minggu.

Ia mengatakan target pendapatan itu berkurang akibat pandemi COVID-19 melanda daerah itu, karena pada April dan Mai 2020 kunjungan pasien ke RSUD Lubukbasung terjadi penurunan.

Dengan kondisi itu, tambahnya, pendapatan RSUD Lubukbasung juga terjadi penurunan sekitar 50 persen.

"Pelayanan rawat inap dan rawat jalan terjadi penurunan selama April dan Mei 2020. Namun pada Juni sampai bulan ini kembali naik," katanya.

Pihaknya berharap target Rp28,5 miliar itu tercapai nantinya, karena pada Juli 2020 pendapatan sudah mencapai 60 persen.

"Pada tahun lalu target tercapai 100 persen," katanya.

Ia mengakui, penurunan itu terjadi akibat banyak faktor selama pandemi COVID-19, tetapi RSUD Lubukbasung tetap menerapkan protokoler kesehatan baik pelayanan di poli dan rawat inap.

Seluruh pasien dan tenaga kesehatan diwajibkan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Khusus kunjungan bagi pasien rawat inap ditiadakan selama COVID-19 dan hanya diperbolehkan keluarga pasien menjaga satu orang.

"Saat ini pelayanan paling banyak pada poli syaraf, poli mata dan poli penyakit dalam," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar