Pelaksanaan shalat Idul Adha di halaman kantor gubernur tetap terapkan protokol kesehatan

id Gubernur, shalat idul adha, protokol kesehatan, hala,an kantor gubernur, sumbar terkini

Pelaksanaan shalat Idul Adha di halaman kantor gubernur tetap terapkan protokol kesehatan

Gubernur Irwan Prayinto dalam suasana shalat Idul Adha 1441 Hijriah di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Jumat. (Ist)

Padang (ANTARA) - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan meskipun ramai jemaah shalat Idul Adha 1441 Hijriah, namun semua tidak luput untuk tetap menjaga protokol kesehatan, asalkan diatur masuk dan pulangnya juga mengatur jarak agar tidak terlalu berdekatan sebagai penerapan protokol kesehatan.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melaksanakan shalat Idul Adha 1441 H dalam masa Tatanan Normal Baru Produktif Aman COVID-19 (TNB-PAC) di Halaman Kantor Gubernur, berjalan aman dan nyaman protokol kesehatan, Jumat.

"Justru jemaah Idul Adha ini bisa kita jaga, dikontrol karena waktunya jelas, duduk, sujudnyapun jelas dibandingkan kerumunan-kerumunan lainya, seperti di Pasar maupun di restauran-restauran," ucap Irwan Prayitno.

Gubernur juga mengatakan dalam pelaksanaan shalat idul adha tersebut selain jemaahnya ramai cuaca juga mendukung tidak hujan dan juga tidak panas.

Pelaksanaan shalat di mulai pukul 07.00 WIB, diawali dengan laporan panitia dan segala macam yang diperlukan, untuk persiapan shalatnya.

Bertindak sebagai Khatib pada Shalat Idul Adha adalah H. Duski Samad Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, dan selaku Imam H. Irsat, SIQ.
Gubernur Irwan Prayinto dalam suasana shalat Idul Adha 1441 Hijriah di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Jumat. (Ist)
Selain itu Gubernur Irwan juga mengatakan bahwa hari ini ada 40 orang pasien positif COVID0d-19 di Padang. Kali ini terbanyak selama sejarah sejak 26 Maret yang pertama. "Dari 40 tersebut memang sebagian besar dari perantau ada yang dari Kalimantan, Jakarta ada juga dari Provinsi tetangga,"ujarnya.

Oleh karena itu tetap dilakukan tracing yang maksimal, sehingga masih bisa untuk tetap mengendalikan.

"Yang paling penting adalah dilakukan testing, dan tracing. Penambahan tidak bisa dipungkiri berapapun penambahan positif COVID-19,"ujarnya.

Kenapa demikian, karena obat anti virus juga belum ada, sementara kita sudah berpergian dari rumah, ke tempat kerja dan ke tempat lainnya sehingga tidak dapat dicegah maka kemungkinan akan terpapar COVID, sebut Irwan.

"Mudah-mudahan bisa mengendalikan walaupun positif banyak, bukti mengendalikannya adalah testing dibuat masif, tracing sehingga mereka tercover dengan tracing, insyaallah terisolasi dalam satu-dua Minggu terputus rantainya,"harap Irwan.
Gubernur Irwan Prayinto dalam suasana shalat Idul Adha 1441 Hijriah di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Jumat. (Ist)
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar