Hasil tes usap, seorang pembina asrama, satu santri Ponpes Parabek Agam terkonfirmasi positif COVID-19

id berita padang,berita sumbar,ponprs,covid-19

Hasil tes usap, seorang pembina asrama, satu santri Ponpes Parabek Agam terkonfirmasi positif COVID-19

Ilustrasi - Virus Corona. (Dok Antara)

Mereka diketahui terkonfirmasi COVID-19 setelah dilakukan tes usab terhadap 101 spesimen warga pondok pesantren, Rabu (29/7),
Padang (ANTARA) - Seorang pembina asrama dan satu orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Parabek Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terkonfirmasi positif COVID-19.

Camat Banuhampu, Afdal di Lubukbasung, Jumat, mengatakan pembina asrama yang positif itu dengan inisial RM (33) dengan jenis kelamin laki-laki dan satu santri inisial HD (15) dengan jenis kelamim laki-laki.

"Mereka diketahui terkonfirmasi COVID-19 setelah dilakukan tes usab terhadap 101 spesimen warga pondok pesantren, Rabu (29/7)," sebutnya.

Informasi sementara, tambahnya RM sudah kembali ke rumahnya di Jati Kota Padang, sementara HD saat ini sudah di karantina di Pondok Pesantren Parabek.

Ketua Satgas Covid-19 Ponpes Parabek, Taufik Hidayat membenarkan adanya dua warga Ponpes Parabek yang tekonfirmasi COVID-19.

Untuk antisipasi penyebaran COVID-19, Ponpes Parabek melakukan tes usab terhadap santri dan pembina asrama sebanyak 101 sampel terdiri dari 63 santri dan 38 orang pembina.

"Kami dapat kabar Kamis (30/7) malam, dari 101 sampel itu 10 sampel masih diragukan. Pada Jumat (31/7) pagi dapat kabar dua dari 10 sampel itu positif," jelasnya.

Ia menambahkan, RM merupakan warga Kota Padang dan HD merupakan warga Solok. Keduanya sudah dilakukan karantina secara mandiri.

Mendapat informasi positif, pihaknya langsung menghubungi RW untuk melakukan isolasi.

"HD melakukan karantina mandiri di Ponpes setelah kita melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Agam," lanjutnya.

Saat ini Ponpes dan tim Pukesmas Padang Lua tengah melakukan penelusuran lanjutan.

Sebelumnya Ponpes Parabek telah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 terhadap santri dan pembina asrama.

Khusus untuk santri laki-lak dengan jumlah 25 orang dengan menempatkan satu kamar per orang, wajib pakai masker, dilarang berkumpul dan lainnya. (*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar