Pemotongan hewan kurban di Agam berkurang 967 ekor imbas COVID-19

id berita agam, berita sumbar

Pemotongan hewan kurban di Agam berkurang 967 ekor imbas COVID-19

Bupati Agam Indra Catri (Antara/Yusrizal)

Lubukbasung, (ANTARA) - Pemotongan hewan kurban di Kabupaten Agam, Sumatera Barat berkurang dari 5.615 ekor pada Idul Adha 1440 Hijriyah menjadi 4.648 ekor pada tahun ini akibat imbas pandemi COVID-19.

Bupati Agam Indra Catri di Lubukbasung, Jumat mengatakan pemotongan hewan kurban itu berkurang 967 ekor dibandingkan tahun sebelumnya.

"Berkurangnya jumlah pemotongan ini imbas pandemi COVID-19 terhadap daya beli masyarakat,," katanya.

Ia meggatakan, pada tahun ini jumlah pemotongan sapi 4.463 ekor dan kambing 185 ekor yang akan disembelih tersebar di seluruh kecamatan, nagari, dan jorong.

Sedangkan tahun sebelumnya jumlah pemotongan sapi 5.441 ekor dan kambing 174 ekor.

"Kita mengapresiasi seluruh masyarakat Agam yang telah menunaikan ibadah kurban," katanya.

Inilah cerminan kesalehan pribadi yang kemudian diturunkan menjadi kesalehan sosial, serta memberikan sumbangsih yang nyata bagi pengurangan kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Sekaligus ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Agam adalah masyarakat yang madani.

Sejalan dengan pelaksanaan ibadah kurban, salah satu ibadah penting yang tidak lepas dari Hari Raya Idul Adha yaitu ibadah haji.

Seyogianya tahun ini umat muslim Indonesia, termasuk rombongan haji Agam, juga melaksanakan ibadah haji ke baitullah.

Namun, sesuai dengan perkembangan penyebaran COVID-19 di Tanah Suci, pemerintah telah menetapkan pembatalan penyelenggaraan Ibadah haji tahun ini.

Kebijakan ini dilakukan pemerintah untuk menjaga keselamatan jiwa jamaah dari penularan COVID-19 . Baik itu selama berada di embarkasi, debarkasi, perjalanan, maupun di Arab Saudi.

Seiring dengan pembatalan keberangkatan jemaah haji tersebut, pemerintah tetap memberikan jaminan kepada seluruh calon jemaah haji tahun ini, ditetapkan menjadi calon jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji pada 1442 Hijriah.

"Tentunya ketentuan Allah SWT ini tidak boleh serta merta menurunkan semangat spiritual kita sebagai umat Islam. Kita harus meyakini bahwa selalu ada hikmah besar yang terkandung dari setiap ketetapan yang diberikan," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar