Untuk hindari COVID-19, warga lanjut usia dan anak-anak diimbau tidak ikuti shalat Id di masjid

id berita padang panjang,berita sumbar,shalat id,cavid-19

Untuk hindari COVID-19, warga lanjut usia dan anak-anak diimbau tidak ikuti shalat Id di masjid

Jubirs Satgas COVID-19 Padang Panjang, Ampera Salim. (antarasumbar/pribadi)

Hal itu sesuai surat edaran Menteri Agama RI mengenai pelaksanaan shalat Idul Adha untuk menghindari risiko tertular COVID-19,
Padang Panjang (ANTARA) - Warga yang dinilai sebagai kelompok rentan tertular penyakit seperti orang lanjut usia, memiliki sakit bawaan dan anak-anak diimbau untuk tidak ikut menunaikan shalat Idul Adha berjamaah di masjid-masjid.

"Hal itu sesuai surat edaran Menteri Agama RI mengenai pelaksanaan shalat Idul Adha untuk menghindari risiko tertular COVID-19," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Padang Panjang, Ampera Salim di Padang Panjang, Kamis.

Sementara bagi warga yang dapat menunaikan ibadah dengan berjamaah, diimbau agar memastikan diri dalam keadaan sehat, membawa sajadah sendiri serta mengenakan masker sejak keluar dari rumah dan selama berada di area pelaksanaan ibadah.

Sesuai surat edaran tersebut, ia menerangkan terdapat sejumlah ketentuan protokol kesehatan yang mesti dipenuhi dalam penyelenggaraan shalat Idul Adha.

Setiap lokasi penyelenggaraan shalat mesti menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk dan keluar jamaah serta menyediakan alat pengecek suhu tubuh.

Hal yang perlu diperhatikan, ujar dia biasanya dalam pelaksanaan ibadah ada wadah yang diedarkan untuk menampung sedekah dari jamaah. Saat pelaksanaan shalat Idul Adha nanti hal tersebut tidak dilakukan karena wadah berpindah dari tangan jamaah dikhawatirkan berpotensi jadi sarana penularan penyakit.

Kebiasaan lainnya yaitu kontak fisik dengan cara salaman dan berpelukan usai pelaksanaan ibadah juga mesti dihindari oleh para jamaah.

"Penyelenggara pelaksanaan ibadah tersebut juga perlu menyiapkan petugas yang akan mengawasi penerapan protokol kesehatan itu berjalan selama pelaksanaan ibadah," ujarnya.

Padang Panjang saat ini sudah tidak terdapat kasus COVID-19 setelah pasien terakhir dinyatakan sembuh dari penyakit itu pada Rabu(29/7).

Keseluruhan kasus COVID-19 yang terjadi di Padang Panjang sebanyak 32 kasus dan semua pasien sudah dinyatakan sembuh.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar