Koto Tinggi Padang Pariaman raih Nagari Peduli HKSR-Gizi tingkat Sumbar

id berita padangpariaman,berita sumbar,nagari,gizi

Koto Tinggi Padang Pariaman raih Nagari Peduli HKSR-Gizi tingkat Sumbar

Peserta dalam pemilihan Nagari Peduli Hak Kesehatan Reproduksi (HKSR) mengikuti kegiatan secara virtual. (Antarasumbar/Aadiaat M.S.)

Dari 15 nagari dan kelurahan yang kami dampingi semenjak 2015,
Parit Malintang (ANTARA) - Nagari (wilayah pemerintahan adat) Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meraih nilai tertinggi dalam pemilihan Nagari Peduli Hak Kesehatan Seksual Reproduksi-Gizi (HKSR-Gizi) tingkat provinsi itu yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Sumbar secara virtual.

"Dari 15 nagari dan kelurahan yang kami dampingi semenjak 2015, ada lima nagari dan kelurahan yang terpilih untuk mengikuti pemilihan ini untuk tingkat Sumbar," kata Direktur Eksekutif LP2M Sumbar, Ramadhaniati melalui aplikasi Zoom yang diikuti dari Pariaman, Selasa.

Adapun lima nagari dan kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan di Kota Padang, lalu Nagari Koto Tinggi Kecamatan Enam Lingkung dan Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman, serta Nagari Tanjuang Bonai dan Lubuk Jantan di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar.

Pada penilaian melalui virtual tersebut tiga juri menanyakan sejumlah tema diantaranya terkait program strategis nagari dan kelurahan, kekerasan dalam keluarga, kesetaraan gender, sanitasi, dan stunting.

Pada pemilihan tersebut Nagari Koto Tinggi masuk sebagai juara pertama, lalu Nagari Tanjuang Bonai sebagai juara dua, dan Nagari Lubuak Jantan sebagai juara tiga. Harapan 1 diraih oleh Kelurahan Batu Gadang dan harapan 2 diraih oleh Nagari Aie Tajun.

Ia menyampaikan meskipun program pendampingan HKSR-Gizi dari LP2M berakhir Agustus 2020 pihaknya berharap kegiatan di nagari tetap berjalan dan ditingkatkan.

Ia juga berharap pemerintah setempat agar lebih memperhatikan isu yang berkaitan dengan HKSR-Gizi dan bahkan calon bupati, wali kota, dan gubernur memasukan program HKSR-Gizi dalam visi misinya.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Tinggi Kecamatan Enam Lingkung, Hendri mengatakan semenjak 2015 pihaknya didampingi LP2M untuk membuat kegiatan pembinaan terdapat warga di daerah itu.

"Ini merupakan keuntungan untuk kami karena tidak semua nagari yang masuk kegiatan LP2M," ujarnya.

Ia menyampaikan diawal masuknya lembaga tersebut dilakukan pemberdayaan perempuan akar rumput agar perempuan di nagari itu mandiri dan berani.

Lalu pada 2017 pihaknya merancang peraturan nagari tentang perlindungan perempuan dan anak. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk calon pengantin karena warga di daerah itu banyak perantau.

"Pada tahun ini kami juga menganggarkan pengadaan jamban bersih untuk warga," ujar dia.

Ia menyampaikan meskipun program pendampingan dari LP2M telah selesai di daerah itu namun pihaknya akan meneruskan kegiatan pemberdayaan.



Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar