BPBD Padang Pariaman catat terjadi empat lokasi peristiwa bencana dari Rabu malam hingga Kamis pagi

id berita padang pariaman,berita sumbar,bencana,hujan

BPBD Padang Pariaman catat terjadi empat lokasi peristiwa bencana dari Rabu malam hingga Kamis pagi

Tim dari BPBD Padang Pariaman, TNI, Polri dan masyarakat setempat sedang mengevakuasi pohon tumbang di Sicincin, 2x11 Enam Lingkung. (antarasumbar/Istimewa)

Bencana yang terjadi di Padang Pariaman ada pohon tumbang dan jalan amblas,
Kabupaten Padang Pariaman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat ada empat lokasi bencana di daerah itu yang terjadi dari Rabu (22/7) malam hingga Kamis pagi tadi akibat cuaca ekstrem yang menerjang daerah itu.

"Bencana yang terjadi di Padang Pariaman ada pohon tumbang dan jalan amblas," kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya di Parit Malintang, Kamis.

Ia merincikan jalan amblas terjadi di Korong Kampung Tangah, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan.

Panjang jalan amblas tersebut panjangnya sekitar 30 meter, dengan tinggi enam meter, dan rumah terancam satu unit.

Selanjutnya jalan amblas juga terjadi di nagari yang sama dengan panjang jalan amblas sekitar 50 meter, tinggi 2,5 meter, lebar tiga meter, dan rumah terancam sebanyak dua unit dan satu unit warung.

Kedua peristiwa bencana tersebut terjadi malam sehingga jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh pengendara.

Selanjutnya, pohon tumbang menimpa badan jalan di Sicincin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung sekitar pukul 22.30 WIB sehingga mengakibatkan jalan antar Padang-Bukittinggi lumpuh total.

Lalu pohon tumbang menimpa badan jalan juga terjadi di Nagari Sungai Buluh Barat, Kecamatan Batang Gasan yang terjadi Kamis pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Pohon tumbang yang terjadi di dua lokasi tersebut langsung dievakuasi oleh tim BPBD Padang Pariaman, TNI, Polri dan masyarakat setempat.

Pihaknya mengimbau agar warga dan pengendara yang melintasi daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan karena seringnya cuaca ekstrem yang menimpa daerah itu.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar