Harga minyak stabil walau ada lonjakan kasus corona di AS

id harga minyak,minyak WTI,minyak Brent

Harga minyak stabil walau ada lonjakan kasus corona di AS

Kapal tanker bersandar pengilangan minyak, Bayonne, New Jersey, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa.

New York (ANTARA) - Harga minyak berjangka berakhir relatif stabil pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) didukung data ekonomi yang positif walaupun ada lonjakan kasus virus corona di Amerika Serikat yang dapat mengekang permintaan bahan bakar.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman September sedikit menguat 30 sen menjadi ditutup pada 43,10 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun tipis dua sen menjadi menetap pada 40,63 dolar AS.

"Kekuatan yang bersaing di pasar minyak sekarang adalah pembukaan kembali ekonomi di seluruh dunia, meningkatnya permintaan minyak, diimbangi oleh kekhawatiran tentang penutupan ekonomi di seluruh dunia karena kebangkitan dalam jumlah kasus virus," kata Andy Lipow, presiden konsultan Lipow Oil Associates.

Dalam lima hari pertama Juli, 16 negara bagian AS melaporkan rekor peningkatan dalam kasus baru COVID-19, yang telah menginfeksi hampir tiga juta orang Amerika dan menewaskan lebih dari 130.000 orang, menurut penghitungan Reuters.

Aktivitas industri jasa AS rebound tajam pada Juni, hampir kembali ke level pra pandemi COVID-19, sementara ekonomi China pulih dan pasar modalnya menyedot uang, menciptakan sentimen bullish di pasar, tulis China Securities Journal dalam sebuah tajuknya.

Namun, data Jerman menunjukkan bahwa pemulihan dari COVID-19 akan lambat dan menyakitkan. Pesanan industri Jerman rebound moderat pada Mei dan seperlima perusahaan di ekonomi terbesar Eropa itu mengatakan dalam survei yang diterbitkan pada Senin (6/7/2020) mereka takut kebangkrutan.

"Sementara risiko di sisi permintaan membebani harga, disiplin yang baik dengan OPEC+ memberikan dukungan," kata Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah catatan pada Senin (6/7/2020).

Produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah jatuh ke level terendah dalam beberapa dekade.

OPEC dan produsen lain termasuk Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, telah sepakat untuk menurunkan produksi dengan rekor 9,7 juta barel per hari (bph) untuk bulan ketiga pada Juli.

Produsen minyak Saudi Aramco telah meningkatkan harga jual resmi (official selling prices/OSP) untuk minyak mentahnya ke Asia sebesar satu dolar AS per barel pada Agustus, dan menaikkan OSP untuk hampir semua grade minyak ke Eropa dan Amerika Serikat.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar