Tujuh warga Kota Pariaman terserang DBD

id demam berdarah dengue,dinkes pariaman,dbd

Tujuh warga Kota Pariaman terserang DBD

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Sumbar Syahrul. (ANTARA/Aadiaat M.S.)

​​​​​​​Pariaman (ANTARA) - Sebanyak tujuh warga Kota Pariaman, Sumatera Barat menderita demam berdarah dengue (DBD) hingga Juni 2020, tidak terjadi peningkatan jika dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu.

"Kalau dilihat dengan tahun lalu untuk periode yang sama tidak terjadi peningkatan namun tentu harus tetap menjadi perhatian warga agar tidak terserang DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan untuk mengatasi penyebaran DBD di daerah itu pihaknya melaksanakan fogging atau pengasapan dengan menggunakan pestisida di lokasi rumah warga yang terserang penyakit tersebut.

Ia menyampaikan setidaknya 200 meter dari rumah warga yang terserang DBD dilakukan pengasapan agar penyakit tersebut tidak menjangkit ke warga lainnya.

"Biasanya nyamuk terbang sekitar 100 meter namun luas fogging yang dilakukan dua kali lipat dari itu," katanya.

Syahrul mengatakan meskipun pihaknya melakukan pengasapan ke rumah-rumah warga namun hal itu tidak seutuhnya dapat mencegah terjangkitnya DBD di suatu daerah.

Ia menyebutkan ada tiga langkah yang dapat dilakukan warga setempat untuk mencegah DBD yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi sebagai tempat penyebaran nyamuk atau disebut dengan 3M.

"Kebiasaan tersebut yang saat ini mulai berkurang sehingga harus kembali ditingkatkan," ujarnya.

Ia menyampaikan diperlukannya 3M tersebut karena nyamuk biasanya berkembang di genangan air sehingga apabila wadah penampungan air bersih dari serangga itu maka dapat mencegah terjadinya DBD.

Oleh karena itu ia meminta warga Pariaman kembali menerapkan 3M untuk mencegah terjadinya DBD di daerah itu.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar