Pemkab Solok telusuri kontak pasien asal Solok Selatan yang positif COVID-19

id pasien positif covid-19,covid-19,solok

Pemkab Solok telusuri kontak pasien asal Solok Selatan yang positif COVID-19

Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Arosuka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melakukan penelusuran terkait pasien positif COVID-19 asal Solok Selatan, MI (21) yang sebelumnya berkunjung ke Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, saat diketahui tes usapnya positif.

"Dari informasi yang kami dengar, pasien MI (21) asal Kabupaten Solok Selatan yang positif COVID-19 sebelumnya sudah diambil sampel tes usapnya pada Kamis (18/6)," kata Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam di Arosuka, Rabu.

Ia menjelaskan setelah diambil sampel tes usapnya, MI (21) rencananya kembali ke pesantren di Jawa. Namun sebelum itu, dia berpamitan ke Pamannya Syafril di Jorong Rimbo Data, wilayah Puskesmas Sungai Nanam.

Kemudian MI menginap di Rimbo Data. Lalu saat hasil tes usap MI dinyatakan positif COVID-19, dia diantar pamannya ke Sapa Sari, Pauh Duo, Solok Selatan.

Jadi, pihaknya Dinas Kesehatan Kabupaten Solok harus melakukan penelusuran ke keluarga Syafril di Rimbo Data.

Menurutnya Camat Lembah Gumanti sudah memerintahkan wali nagari dan kepala Jorong Rimbo Data beserta bidan untuk melacak keluarga paman MI yang kontak erat dengan pasien.

"Sejak subuh tadi sudah dilakukan penjajakan dan pencarian keluarga Syafril yang diduga kontak erat dengan MI," ujarnya.

Sebelumnya, tambahan satu orang pasien positif COVID-19 di Kabupaten Solok Selatan MI (21) sedang berada di Alahan Panjang Kabupaten Solok saat hasil tes usapnya diketahui (23/6).

"Sekarang MI sedang berada di Alahan Panjang bersama teman-temannya. Hari ini telah diantarkan kembali ke Solok Selatan oleh pamannya dan setelah tiba. Kami akan melakukan pendekatan serta tanya jawab sejauh mana perjalanannya terutama 14 hari terakhir," kata Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Solok Selatan Novirman di Padang Aro, Selasa (23/6).

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok untuk melakukan penelusuran kemana saja MI dan dengan siapa ia melakukan kontak erat.

Pasien MI akan dilakukan isolasi di Balai Diklat Provinsi Sumatera Barat di Padang besi karena di sana lebih aman. Isolasi di Balai Diklat lebih baik karena bisa diawasi secara ketat sedangkan di Solok Selatan agak sulit.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar