Tagihan listrik naik, ini permintaan Legislator Padang ke PLN UP3

id berita padang,berita sumbar,listrik,PLN,legislator,ramadhan 1414 H,covid-19,psbb

Tagihan listrik naik, ini permintaan Legislator Padang ke PLN UP3

Pelaksanaan Rapat Banggar DPRD Kota Padang. (AntaraSumbar/Laila Syafarud)

Maka dari itu kami meminta penjelasan dari pihak PLN sendiri terkait kenaikan tagihan listrik, kira-kira apa penyebabnya sehingga bisa melonjak seperti itu,
Padang (ANTARA) - Legislator meminta PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang agar menyosialisasikan terkait lonjakan tagihan listrik yang dialami warga Kota Padang, Sumatera Barat selama masa pandemi COVID-19.

"Saya mendengar banyaknya keluhan dari warga Kota Padang terkait lonjakan tagihan listrik selama pandemi COVID-19, bahkan sampai tiga kali lipat pembayarannya," kata Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Elly Trisyanti di Padang, Senin.

Ia menyampaikan hal itu pada saat pelaksanaan rapat Badan Anggaran (Banggar) yang digelar DPRD Kota Padang bersama pemangku kepentingan lainnya di aula pertemuan DPRD Kota Padang.

"Maka dari itu kami meminta penjelasan dari pihak PLN sendiri terkait kenaikan tagihan listrik, kira-kira apa penyebabnya sehingga bisa melonjak seperti itu," tambah dia.

Lebih lanjut, ia meminta agar pihak PLN UP3 Padang juga menyosialisasikannya langsung ke masyarakat. Sehingga masyarakat juga mendapatkan informasi yang jelas.

"Kami harapkan PLN betul-betul memberikan informasi yang mengedukasi masyarakat. Sehingga masyarakat tahu penyebab kenaikan tagihan listrik. Karena berdasarkan laporan yang kami dapatkan dari masyarakat, penjelasan yang diberikan oleh pihak PLN selama ini kurang menyejukkan hati," jelas dia.

Menanggapi hal itu Manager PLN UP3 Padang, Jeffri Husni menerangkan lonjakan tagihan listrik selama pandemi COVID-19 disebabkan karena pergeseran aktivitas masyarakat yang biasanya beraktivitas di kantor atau di luar rumah, kemudian berpindah ke rumah masing-masing karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ia mengatakan lonjakan tersebut juga disebabkan karena penggunaan pelanggan yang semakin meningkat sejak diberlakukannya bekerja dari rumah.

"Kemudian saat kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah yang semakin meningkatkan pemakaian listrik karena ibadah dilakukan di rumah,” ujar dia.

Ia juga mengatakan pihak PLN telah melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan melakukan beberapa cara yaitu melalui siaran pers dengan sejumlah media, melakukan pertemuan dengan Ombudsman, dan membuka loket layanan untuk memberikan pelayanan ke masyarakat.

"Kami juga sudah memperbanyak loket pelayanan di beberapa tempat dengan tetap menerapkan protokol COVID-19. Dalam satu hari kami telah melayani sampai 100 pelanggan," kata dia. (*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar