41.794 kepala keluarga di Solok Selatan peroleh bansos dampak COVID-19

id bansos dampak covid-19,bansos di solok selatan,abdul rahman,pandemi covid-19

41.794  kepala keluarga di Solok Selatan peroleh bansos dampak COVID-19

Pelaksana tugas Bupati Solok Selatan Abdul Rahman. (ANTARA/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro (ANTARA) - Sebanyak 41.794 kepala keluarga di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mendapatkan bantuan sosial dampak COVID-19 dari empat sumber anggaran, yakni dana desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

"Sekitar 84 persen kepala keluarga dari 49.689 KK per Desember 2019 di Solok Selatan mendapat bantuan sosial dampak COVID-19 yang diberikan pemerintah melalui empat skema," kata Pelaksana Tugas Bupati Solok Selatan Abdul Rahman di Padang Aro, Selasa.

Sebanyak 6.194 KK memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa/Nagari, 6.206 KK dari Kemensos, 3.463 KK dari Pemerintah Provinsi Sumbar, serta 17.141 KK bersumber dari APBD Solok Selatan. Kemudian 8.745 KK dari bantuan PKH dan Bansos Sembako.

Sementara 16 persen kepala keluarga yang belum mendapatkan bantuan sosial serta kepala keluarga baru dan warga yang pulang kampung tetap akan menerima bantuan dari pemerintah dalam bentuk sembako.

Bantuan diberikan kepada warga yang bukan ASN dan bukan yang berpenghasilan tinggi.

Bantuan sembako tersebut diambilkan dari cadangan beras Solok Selatan di Bulog yang lebih 100 ton serta Tanggung jawab Sosial Perusahaan sebanyak 10 ton dalam bentuk beras dan sembako lainnya.

"Saya mendorong pemerintahan nagari (desa adat) untuk segera mendata warga yang masuk dalam 16 persen tersebut," ujarnya.

Hari ini, sebutnya BLT yang bersumber dari APBD Kabupaten Solok Selatan untuk 17.141 Kepala Keluarga (KK) senilai Rp32 miliar mulai disalurkan.

Penyaluran yang dilaksana selama 7 hari bekerja sama dengan Bank Nagari dilakukan secara bergantian di seluruh kenagarian.

Selama penyaluran, sebutnya sembari dilakukan verifikasi data penerima bantuan agar tidak ada yang ganda dan salah sasaran.

"Jika ditemukan ganda dan salah sasaran, akan dikeluarkan sehingga bantuan tersebut bisa diberikan kepada yang lain," ujarnya.

Bagi penerima BLT, ia berharap agar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sesuai dengan tujuan diberikannya bantuan tersebut dalam meringankan beban ekonomi masyarakat karena dampak COVID-19.

"Jangan untuk yang bersifat konsumtif atau yang tidak pokok, seperti untuk beli rokok atau baju baru," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar