Wall Street ditutup bervariasi di tengah sejumlah data ekonomi terbaru AS

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P 500,indeks Nasdaq

Wall Street ditutup bervariasi di tengah sejumlah data ekonomi terbaru AS

Ilustrasi.Seorang pialang memotret layar monitor bursa saham di lantai bursa New York Stock Exchange di New York, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa.

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pelaku pasar meneliti serangkaian data ekonomi terbaru Amerika Serikat untuk menilai kondisi terkini dampak COVID-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 17,53 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 25.383,11 poin. Indeks S&P 500 meningkat 14,58 poin atau 0,48 persen, menjadi ditutup di 3.044,31 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 120,88 poin atau 1,29 persen, menjadi 9.489,87 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan perawatan kesehatan dan teknologi masing-masing naik 1,27 persen dan 1,18 persen, melampaui sektor lainnya. Sektor keuangan merosot 1,21 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Pergerakan terjadi setelah data menunjukkan pengeluaran konsumen AS mengalami rekor penurunan lainnya pada April di tengah dampak dari pandemi COVID-19.

Pengeluaran konsumen AS jatuh 13,6 persen pada April setelah penurunan 6,9 persen pada Maret, Biro Analisis Ekonomi AS mengatakan pada Jumat (29/5/2020). Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan belanja konsumen akan anjlok 12,6 persen pada April.

Beberapa data yang dirilis akhir-akhir ini juga menunjukkan pandemi telah melumpuhkan perekonomian AS.

Klaim pengangguran awal AS mencatat 2,123 juta pada minggu yang berakhir 23 Mei, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (28/5/2020). Selama 10 minggu terakhir, lebih dari 40 juta orang Amerika telah mengajukan asuransi pengangguran.

Aktivitas ekonomi AS pada kuartal pertama mengalami kontraksi pada tingkat tahunan 5,0 persen dalam estimasi kedua, 0,2 poin persentase lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, Departemen Perdagangan melaporkan Kamis (28/5/2020).

Pada Jumat sore (29/5/2020), lebih dari 1,73 juta kasus COVID-19 yang telah dikonfirmasi dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 102.000 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar