Mahasiswa FK Unand bagikan APD untuk puskesmas di Padang

id apd, berita padang, berita sumbar

Mahasiswa FK Unand bagikan APD untuk puskesmas di Padang

Mahasiswa FK Unand membagikan APD untuk petugas Puskesmas. (Antara/istimewa)

Padang, (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang yang tergabung dalam Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata Tematik membuat dan membagikan Alat Pelindung Diri sebagai bentuk kontribusi mencegah Corona Virus Disease (COVID-19) kepada petugas puskesmas di Padang.

Ketua Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata Tematik Dio Jainata di Padang, Kamis mengatakan pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat serta tenaga medis dalam memerangi pandemi COVID-19.

Kegiatan ini dikemas bersamaan dengan pengabdian kepada masyarakat dosen Fakultas Kedokteran Unand, ujarnya.

Ia menyampaikan mahasiswa yang turut serta dalam KKN Tematik dari Fakultas Kedokteran Unand yang terdiri atas Program Studi Kedokteran, Psikologi serta Kebidanan angkatan 2017 yang dibagi per kelompok berdasarkan bidang yang dijalankan.

Kelompok KKN Tematik FK Unand yaitu Kelompok 18 KKN Tematik FK Unand yang didampingi oleh Dr Efrida dipercayakan untuk membuat APD.

Alat Pelindung Diri ini terdiri dari masker, faceshield serta hazmat yang diproduksi untuk disebarluaskan kepada masyarakat ataupun tenaga medis.

Menurutnya angka penyebaran COVID-19 yang terus menerus meningkat, membuat tenaga medis sebagai garda terdepan semakin bekerja keras untuk membantu masyarakat.

Hal tersebut tentu memerlukan berbagai persiapan dan perlengkapan ekstra, salah satunya ketersediaan APDyang berfungsi sebagai perangkat yang digunakan tenaga medis untuk melindungi dirinya dari potensi bahaya penularan virus.

"Kami memberikan APD kepada Puskesmas Pauh, Puskesmas Kuranji serta Puskesmas Aia Dingin," ujarnya.

Proses pembuatan APD melibatkan UMKM di sekitar tempat tinggal mahasiswa untuk pembuatan masker dan hazmat, sementara faceshield dibuat oleh setiap mahasiswa di rumah masing-masing.

Setiap anggota dalam kelompok d memproduksi 40 masker, 8 faceshield dan 6 hazmat yang kemudian dikumpulkan dan mendapatkan sebanyak 400 lembar masker, 80 buah faceshield dan 60 buah hazmat.

Bahan yang digunakan sudah ditentukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas agar APD yang dihasilkan terstandarisasi.

Produksi dimulai sejak tanggal 10 April 2020 hingga 25 April 2020.

Kami membeli bahan yang diperlukan untuk pembuatan APD tersebut, terutama masker dan faceshield, sedangkan untuk hazmat kelompok 18 melakukan pemesanan pada salah satu konveksi yang dikelola oleh masyarakat dengan bahan yang sudah dipastikan terstandarisasi, kata dia.

Ia mengatakan bahan tidak hanya didapatkan dari pembelian saja, pihaknya juga memperoleh kain spunbound yang merupakan bahan baku pembuatan masker dari salah seorang warga masyarakat yang secara sukarela memberikannya untuk turut serta membantu penanggulangan wabah covid-19 ini. Se

Setelah produksi selesai, APD disterilkan terlebih dahulu di Rumah Sakit M. Djamil Padang yang selanjutnyadidistribusikan ke Puskesmas Pauh, Puskesmas Kuranji serta Puskesmas Aia Dingin.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar