Dandim Pesisir Selatan ajak prajurit bijak menggunakan media sosial

id Dandim Pesisir Selatan,media sosial

Dandim Pesisir Selatan ajak prajurit bijak menggunakan media sosial

Ilustrasi - Penggunaan aplikasi media sosial di ponsel pintar. ANTARA/Shutterstock/am.

Painan (ANTARA) - Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Letkol Kav Edwin Dwiguspana mengajak prajurit di jajarannya bijak menggunakan media sosial sehingga tidak berdampak negatif bagi institusi yang mereka naungi.

"Personel mesti bijak termasuk juga istri dan anak-anak," katanya usai membuka sosialiasi pencegahan penyalahgunaan media sosial bagi personel dan Persit di jajaran Kodim 0311/Pesisir Selatan di Painan, Kamis.

Pada kesempatan itu dirinya juga berpesan agar prajurit senantiasa mengajak keluarga agar dengan seksama mengkaji asal usul berita yang ada di media sosial sebelum membagikan atau mengomentarinya.

"Saat ini berita-berita hoaks bertebaran dimana-mana termasuk di media sosial, untuk itu sebelum membagikan atau mengomentari telaah dulu asal usul, kevalidan serta keakuratannya," sebutnya.

Selain seputar membagikan atau mengomentari berita ia juga mengingatkan agar prajurit dan keluarga tidak begitu saja membuat status atau "berkicau" di media sosial karena jika salah-salah akan berdampak besar.

"Dampaknya akan besar jika salah karena prajurit dan keluarga merupakan panutan di tengah-tengah masyarakat dan sebagai panutan seyogyanya tindak tanduk mesti diperhatikan," katanya lagi.

Sebelumnya pada Rabu, 20 Mei 2020 seorang anggota TNI yang berdinas di Kodim 0102/Pidie, Korem 11/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda, Aceh, dijatuhi hukum disiplin militer gara-gara media sosial istrinya.

Anggota TNI Serda K (36) menjalani sidang penjatuhan hukuman disiplin dipimpin Komadam Kodim 0102/Pidie selaku atasan yang berhak menghukum di Markas Kodim 0102/Pidie di Sigli.

Dalam pertimbangan putusan disebutkan bahwa Serda K telah melakukan pelanggaran disiplin militer berupa perbuatan lalai mengingatkan istri dalam menggunakan media sosial yang menulis komentar provokatif terhadap pemerintah.

Sidang disiplin memutuskan Serda K melanggar Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer, Peraturan Panglima TNI Nomor 44 Tahun 2015 tentang Peraturan Disiplin Militer, Kode Etik Militer terdiri atas Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Komandan Resor Militer (Danrem) 11/Lilawangsa Koloner Inf. Purmanto mengatakan bahwa berdasarkan hukuman displin militer tersebut, Serda K ditahan selama 14 hari.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar