Polres Solok Arosuka pantau pasar Selayo sosialisasikan new normal

id new normal,polres solok

Polres Solok Arosuka pantau pasar Selayo sosialisasikan new normal

Kapolres Solok Arosuka, AKBP Azhar Nugroho di Kubung, Kamis saat memantau kegiatan pedagang di Pasar Nagari Selayo. (ANTARA/HO)

​​​​​​​Arosuka (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Solok Arosuka, Sumatera Barat memantau kegiatan di Pasar rakyat Selayo, Kecamatan Kubung guna menyosialisasikan new normal.

"Pada prinsipnya, new normal adalah fase dimana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan dan publik diperbolehkan untuk kembali beraktivitas dengan sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin," kata Kapolres Solok Arosuka, AKBP Azhar Nugroho di Kubung, Kamis.

Menurutnya, langkah ini dijalankan untuk memulihkan produktivitas masyarakat agar perekonomian dapat kembali bergeliat.

Nantinya, pasar atau pusat perdagangan diwajibkan menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, dan disinfektan rutin untuk memastikan layanan yang diberikan higienis dan aman serta memiliki sanitasi aman dan bersih.
Kapolres Solok Arosuka, AKBP Azhar Nugroho di Kubung, Kamis saat memantau kegiatan pedagang di Pasar Nagari Selayo. (ANTARA/HO)


Azhar Nugroho melaksanakan pemantauan pasar Selayo, Kecamatan Kubung sebagai pilot projek untuk pelaksanaan konsep "New Normal" guna mengatur kegiatan pasar rakyat dengan menerapkan protokol kesehatan mencegah terjadinya penularan COVID-19.

Dalam pemantauan, tim memberikan sosialisasi kepada para pedagang tentang konsep "New Normal" dan meminta mereka mulai mematuhi protokol kesehatan sehingga kegiatan pasar dapat kembali seperti biasanya.

Para pedagang tentunya akan terkejut, jika konsep "New Normal" tidak disosialisasikan terlebih dahulu sebelum diterapkan.

Kegiatan pemantauan juga diikuti Waka Polres Solok Kompol Harianto, Kapolsek Kubung AKP Afdimon, Kasat Reskrim setempat AKP Deny Akhmad, Kasatlantas Iptu Hidayanda Rizki dan Kepala Dinas Koperindag Eva Nasri.
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar