Dinkes sebut anak-anak yang positif COVID-19 lebih sering dipantau serta dikunjungi

id Payakumbuh,covid-19,corona,anak,padang

Dinkes sebut anak-anak yang positif COVID-19  lebih sering dipantau serta dikunjungi

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal. (Istimewa)

Payakumbuh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Sumatera Barat mencatat dari 19 kasus positif COVID-19 di daerah setempat terdapat dua orang anak-anak yaitu AQ (6) dan SC (8) yang penanganannya lebih sering dipantau dan dikunjungi

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal di PayakumbuhSenin mengatakan penanganan anak-anak dengan orang dewasa hampir sama,perbedaannya hanya pemberian vitamin dan kunjungan dari puskesmas.

Menurut dia untuk pasien COVID-19 anak-anak harus mendapatkan asupan vitamin dibandingkan pola makan yang sama dengan orang dewasa.

"Kalau pihak keluarga keuangannya sanggup dan menyanggupi pembelian vitamin sendiri boleh, kalau tidak sanggup kita akan bantu. Tidak ada yang akan dipersulit saat ini, fleksibel saja," sebutnya.

Ia mengatakan untuk anak-anak yang positif COVID-19 akan dilakukan isolasi mandiri selama tidak ada penyakit bawaan yang dapat mengancam si anak.

"Kalau di rumah sakit yang kita takutkan anak-anak kita itu stres. Sebaiknya memang isolasi mandiri," sebutnya.

Karena diberlakukan isolasi mandiri, pihak DKK melalui petugas puskesmas akan lebih sering mengunjungi atau mengawasi pasien anak-anak dibandingkan orang dewasa. Hal ini untuk melihat perkembangan si anak dan tingkat stres anak.

"Ditambah lagi anak-anak sering bermain, sekarang mereka kan tidak boleh keluar. Jadi akan lebih sering dikunjungi, bagaimana perkembangannya, apakah sering menangis yang akan membuat si anak stres," ujarnya.

Terkait pola pengawasan dari keluarga, kata dia, semua cara perawatan sudah diterangkan kepada pihak keluarga ketika pertama kali didatangi.

"Mulai dari pola makan dan vitamin-vitamin yang akan diberikan ke anak semuanya sudah diberi tahu kepada keluarga," sebutnya. (*)

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar