Klaim sebagai perubahan budaya di Old Trafford, Solskjaer tidak toleransi agenda pribadi

id Solskjaer,manchester united,liga inggris

Klaim sebagai perubahan budaya di Old Trafford, Solskjaer tidak toleransi agenda pribadi

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kiri) memberikan arahan kepada para pemainnya dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Norwich City di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (11/1/2020). (ANTARA/REUTERS/Jon Super)

Jakarta, (ANTARA) - Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengingatkan para pemainnya bahwa "agenda pribadi" tidak akan ditoleransi, di saat ia sedang melakukan perubahan budaya di Old Trafford.

Solskjaer telah mengalami pergantian besar dalam skuatnya sejak bertugas pada tahun 2018.

Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez adalah di antara pemain andalan yang pindah ke Inter Milan, sementara Chris Smalling, Matteo Darmian, Antonio Valencia, Ander Herrera, Ashley Young dan Marcos Rojo juga meninggalkan MU, baik lewat kesepakatan permanen atau pun pinjaman selama periode itu.

Solskjaer jauh lebih bahagia dengan susunan timnya saat ini setelah merekrut sejumlah talenta muda seperti Harry Maguire, Aaron Wan-Bissaka, Daniel James dan Bruno Fernandes.

Tetapi pelatih asal Norwegia itu mengatakan dia tidak akan ragu menyingkirkan pengaruh negatif lain, bahkan jika itu berarti ketidakseimbangan pasukannya.

"Kepribadian sangat penting. Kami adalah tim dalam lingkungan tim," kata Solskjaer dalam sebuah wawancara dengan fanzine United We Stand, seperti dilansir AFP., Kamis.

"Kita ingin pemain memiliki sedikit ego dan keunggulan tetapi mereka harus mampu beradaptasi. Para pemain mulai dengan pemikiran negatif, sedangkan sekarang ini adalah pemikiran positif.

"Ada hal-hal lain yang saya tidak suka tahun lalu, beberapa agenda pribadi yang tidak dapat diselesaikan sampai musim panas.

"Akan selalu ada pemain yang ingin bermain lebih banyak di sepak bola, tetapi jika sebuah tim ingin sukses maka para pemain harus tersedia di waktu yang berbeda.

Solskjaer menikmati mimpinya kembali ke klub yang ia hormati saat masih menjadi pemain ketika United membuat rekor tak terkalahkan dan menyingkirkan Paris Saint-Germain dari Liga Champions pada 2019.

Tetapi Solskjaer mengatakan dia belajar lebih banyak tentang siapa yang bisa dia percayai dan andalkan ketika United tampil buruk pada akhir musim pertamanya.

"Ketika Anda menang, semuanya mudah. Justru ketika Anda menekan masa-masa sulit Anda dapat melihat siapa yang Anda inginkan dan yang memiliki mentalitas yang tepat," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar