Padang Panjang kembali salurkan beras untuk warga

id psbb padang panjang,bansos beras,padang panjang,pandemi covid-19

Padang Panjang kembali salurkan beras untuk warga

Penyerahan bantuan beras untuk warga Padang Panjang. (ANTARA/HO-Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat kembali menyalurkan bantuan berupa beras kepada warga setempat yang terdampak wabah virus corona jenis baru dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang memasuki tahap tiga.

"Bantuan untuk sekitar 12 ribu kepala keluarga (KK) dan masing-masing menerima beras seberat 10 kilogram," kata Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran saat penyaluran bantuan di Kelurahan Sigando dan Kampung Manggis, Kamis.

Bantuan tersebut merupakan bantuan lanjutan yang disalurkan kepada warga yang sebelumnya telah menerima bantuan serupa. Upaya tersebut, ujarnya akan dilakukan berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang merasakan dampak dari wabah COVID-19.

Saat menyerahkan bantuan wali kota juga menyempatkan berdialog dengan warga penerima bantuan untuk mengetahui kondisi saat ini dan kebutuhannya serta mengajak warga patuh melaksanakan aturan dalam PSBB dan selalu berdoa agar keadaan segera membaik.

Sebelumnya penerapan PSBB di Padang Panjang kembali diperpanjang ke tahap tiga dan akan berlangsung sampai 29 Mei 2020 dengan sejumlah peraturan yang diperbarui seperti pembatasan aktivitas di pasar mulai pukul 8.00 sampai 17.00 WIB.

Sementara hingga Kamis(21/5) kasus positif COVID-19 di Padang Panjang sebanyak 25 kasus yang terdapat di sembilan dari 16 kelurahan yang ada di daerah tersebut.

Dari jumlah itu 12 orang sudah dinyatakan sembuh sementara sisanya masih dalam penanganan.

Sebanyak 138 warga yang tersebar di 16 kelurahan di Padang Panjang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) di mana 136 orang sudah habis masa karantina selama 14 hari.

Sementara 10 warga masuk dalam daftar pasien dalam pengawasan (PDP) dengan rincian satu orang meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang dengan hasil pemeriksaan swab negatif, enam orang hasil lab negatif dan sudah sembuh.

Kemudian satu orang sudah menjalani rapid disagnostik test (RDT) dengan hasil pemeriksaan laboratorium negatif sudah sembuh serta dua orang sedang menjalani perawatan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar