Penjelasan Mahfud MD terkait alasan mal dan bandara tetap boleh buka saat pandemi COVID-19

id penerapan psbb,pembatasan sosial,penanggulangan covid,dampak covid

Penjelasan Mahfud MD terkait alasan mal dan bandara tetap boleh buka saat pandemi COVID-19

Arsip Foto. Suasana satu mal di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2020). (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Jakarta, (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan alasan pemerintah mengizinkan mal dan bandara tetap buka semasa pandemi COVID-19.

"Misalnya kenapa masjid kok ditutup, mal kok dibuka. Saya kira yang dibuka bukan langgar hukum karena ada 11 sektor tertentu yang oleh UU boleh dibuka, oleh protokol," kata Mahfuddalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan,mal ada yang diizinkan tetap beroperasi karena menyediakan layanan yang termasuk dalam 11 sektor layanan yang dikecualikandalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan penularan COVID-19.

Menurut ketentuan mengenai PSBBdan kekarantinaankesehatan, pembatasan kegiatan kerja selama PSBBantara lain dikecualikan untuk penyedia layanan pemenuhan kebutuhan pangan dan bahan bakar minyak, kesehatan, komunikasi, dan distribusi logistik.

Kegiatan usaha di luar 11 sektor yang dikecualikan dalam aturan mengenai PSBBuntuk sementara tidak boleh beroperasi. Ia mencontohkan, pusat belanjafurnitur IKEAdi Tangerang Selatan diminta untuk tutup sementara saat PSBB.

Mahfudmenjelaskan bahwa bandara juga diperbolehkan beroperasi untuk melayani kelompok masyarakat yang harus berpergian untuk melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan di PSBB.

"Bandara untuk mengangkut orang-orang dengan tugas dan syarat tertentu dibuka,(kalau ada) yang melanggar juga ditindak," ujarnya.

Meski boleh beroperasi selama pandemi,Mahfud menegaskan, kegiatan usaha di 11 sektor yang dikecualikan harus tetap dilakukan dengan mengacu pada protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

"Ada penegakan protokol kesehatan yang dikawal penegakan keamanan. Jadi strateginya penegakan protokol keamanan," ujar dia.

Mengenai kekecewaan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal larangan shalat jamaah di masjid sementara pusat belanja dibiarkan ramai, Mahfudmengatakan,"Mungkin saya tidak lihat juga kalau ada MUI kecewa dengan apa yang terjadi. Pertama, itu kan pernyataan orang MUI, bukan MUI-nya yang menyatakan." (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar