Efek COVID-19, Wali Kota Solok: penyelenggaraan pemerintahan jangan sampai kendor

id Zul Elfian ,efek pandemi covid-19

Efek COVID-19, Wali Kota Solok: penyelenggaraan pemerintahan jangan sampai kendor

Wali Kota Solok Zul Elfian. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Solok (ANTARA) - Wali Kota Solok, Sumatera Barat, Zul Elfian meminta pejabat setempat tetap mengintensifkan koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan roda pemerintahan meski masa pandemi COVID-19 dan jelang lebaran.

"Di masa pandemi COVID-19 ini, justru penyelenggaraan pemerintahan jangan sampai terganggu, karena di masa ini masyarakat lebih butuh pelayanan kita. Tinggal bagaimana mengatur Work From Home dengan sebaik mungkin, begitu juga nanti ketika lebaran," kata Zul Elfian di Solok, Senin, saat gelar rapat koordinasi dan evaluasi di ruang rapat Bappeda Kota Solok.

Wali Kota Solok, Zul Elfian yang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Luhur Budianda kepada seluruh Kepala OPD menyampaikan bahwa kondisi pandemi COVID-19 jangan menjadi alasan untuk menjadikan penyelenggaraan pemerintahan terganggu.

Ia menyampaikan itu sekaligus mengingatkan bahwa proses perencanaan 2021 tetap jadi perhatian seluruh OPD. Karena menurutnya, 2021 tidak bisa prediksi kondisi negara atau daerah akibat efek COVID-19 dan kapan berakhirnya.

"Saya minta seluruh OPD bergerak sesuai tupoksinya untuk tetap membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Pusat, terutama untuk perencanaan 2021, manfaatkan sarana IT di masa pandemi ini untuk membangun komunikasi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zul Elfian juga mengimbau rasa kepedulian ASN menyikapi kondisi masyarakat dalam kondisi pandemi COVID-19 walaupun tidak dipungkiri setiap orang merasakan dampak secara ekonomi dari COVID-19.

"Kami berdoa semoga cepat berakhir wabah ini. Kita semua merasakan dampaknya. Namun, saya imbau bagaimanapun juga mari berbagi sebagai bentuk kepedulian dengan apa yang dirasakan masyarakat," ujarnya.

Ia mengingatkan untuk tetap memperhatikan relawan-relawan, satgas di kelurahan, jika ada insentifnya agar disegerakan. Ia juga mengapresiasi karena sampai saat ini masih konsisten bergerak di bawah.

"Kembali saya ingatkan, jangan terlena dengan status zona hijau karena itu tidak jaminan aman, sampai hari ini saja ada 55 OTG disini, semoga setelah di swab nanti hasilnya negatif," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar