Buntut cekcok anggota DPRD Pasaman dengan petugas cek poin, BK DPRD Pasaman sambangi Posko GTP2C Agam

id cek poin Agam,anggota dprd pasaman cekcok,dprd pasaman,bk dprd pasaman

Buntut cekcok anggota DPRD Pasaman dengan petugas cek poin, BK DPRD Pasaman sambangi Posko GTP2C Agam

Koordinator Bidang Komunikasi dan Risiko Wabah GTP2C Agam, Rahman (tengah) sedang memimpin pertemuan dengan BK DPRD Pasaman, Senin (18/5). (ANTARA/ Yusrizal)

​​​​​​​Lubukbasung (ANTARA) - Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat melakukan klarifikasi ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penangganan COVID-19 (GTP2C) Kabupaten Agam, terkait kasus anggota dewan yang ribut dengan petugas di posko cek poin di Silareh Aia, Kecamatan Palembayan.

"Kami ke Posko GTP2C Agam untuk klarifikasi kasus tersebut dan juga melakukan silaturahmi," kata WakilKetua BK DPRD Pasaman, Ahmad Khadafi di Lubukbasung, Senin.

Ia mengatakan kedatangan BK DPRD Pasaman ke Posko GTP2C itu untuk mencari jalan terbaik agar kasus tersebut tidak meluas.

Dengan cara itu, kasus antara salah seorang anggota DPRD Pasaman dengan inisial M dengan petugas pos cek poin di perbatasan Agam dengan Pasaman tepatnya Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Selasa (13/5) tidak diperpanjang.

"Hasil yang kita peroleh dari GTP2C akan kita bahas nantinya," katanya.

Koordinator Bidang Komunikasi dan Resiko Wabah GTP2C Agam, Rahman menambahkan akan menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan.

"Kami akan mencari solusi bersama agar masalah itu tidak terulang lagi," katanya.

Rahman mengakui kasus itu merupakan salah paham antara petugas cek poin dengan salah seorang anggota DPRD Pasaman.

Ini terkait tidak adanya anggota DPRD tersebut tidak memakai masker saat melewati posko cek poin.

Saat itu petugas cek cok dengan anggota DPRD itu, sehingga kasus tersebut viraldi media sosial. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar