Ini tanggapan Puskesmas atas keberatan warga jadikan Alahan Panjang Resort sebagai tempat karantina

id Berita kabupaten solok, berita sumbar,Vila Danau Atas ,Alahan Panjang Resort ,berita kabupaten solok,kabupaten solok terkini,karantina covid-19,berita

Ini tanggapan Puskesmas atas keberatan warga jadikan Alahan Panjang Resort sebagai tempat karantina

Kepala Puskesmas Alahan Panjang Darmayanti (Antara/HO_Dokumen pribadi)

Solok, (ANTARA) - Puskesmas Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat mengimbau agar warga Alahan Panjang tidak panik terkait keputusan pemerintah setempat yang menjadikan Alahan Panjang Resort sebagai tempat karantina sementara tenaga medis RS Arosuka.

"Pemakaiannya saat ini hanya sebentar, sekitar tiga atau empat hari saja. Serta penjagaan Alahan Panjang Resort saat ini telah sesuai Standar Operasional Prosedur(SOP) COVID-19," kata Kepala Puskesmas Alahan Panjang Darmayanti, di Alahan Panjang, Senin.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini pengawasan di Alahan Panjang Resort sangat ketat. Tenaga medis yang dikarantina di sana tidak boleh keluar dan berkeliaran di sekitar villa.

"Kami menegaskan bahwa tenaga medis yang dikarantina di Convention Hall Danau Atas saat ini hanya berjumlah delapan orang, bukan 31 orang," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan sebelumnya memang terdapat sekitar 31 tenaga medis RS Arosuka yang sempat berkontak dengan almarhum BI yang sebelumnya merupakan pasien positif COVID-19. Namun yang dikarantina saat ini hanya delapan orang.

Baca juga: Warga tolak Vila Danau Atas jadi tempat karantina 31 tenaga medis Arosuka

"Ini merupakan keputusan langsung dari pemerintah Kabupaten Solok, karena saat ini dalam kondisi darurat COVID-19. Hal ini juga disebabkan karena beberapa tempat karantina yang sudah dipilih sebelumnya masih belum memadai, makanya dipilih Alahan Panjang Resort sebagai tempat karantina sementara. Bahkan hal ini sudah dilakukan kajian yang mendalam dari pemerintah setempat," kata dia.

Kemudian ia mengatakan tim Satgas Kecamatan Lembah Gumanti akan terus berupaya untuk menyosialisasikan ke masyarakat setempat terkait penggunaan Alahan Panjang Resort sebagai tempat karantina sementara tenaga medis. Agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Kemudian kami menegaskan bawah tim medis yang dikarantina saat ini bukan positif COVID-19, karena masih menunggu hasil lab. Bahkan mereka dikarantina hanya selama tiga hari saja. Kemudian setelah itu vila tersebut langsung disterilkan lagi," kata dia.

Kemudian ia menjelaskan sampai saat ini penularan COVID-19 hanya melalui droplet atau percikan air ludah pasien yang positif dan melalui beberapa benda yang terkena droplet tersebut. Bahkan pada benda tersebut ada jangka waktu tertentu virus itu bisa mati.

"Berdasarkan hasil penelitian organisasi kesehatan dunia dan sumber lainnya tidak ditemukan temuan atau hasil penelitian yang menyebutkan virus corona bisa berpindah melalui air danau atau hasil buangan pasien," kata dia menjelaskan.

Kemudian CamatLembah Gumanti Zaitul Ikhlas melalui pesan WhatsApp mengatakan perihal penggunaan Alahan Panjang Resort sebagai tempat isolasi karena digunakan dalam rangka memudahkan melakukan tracking dan pengambilan sampel, sampai keluar hasilnya.

"Jadi hanya sebentar saja, serta mereka yang diisolasi tersebut bukan orang yang positif COVID-19. Mereka adalah tenaga medis dan teman-teman kita yang ada riwayat kontak langsung atau tidak langsung, dan mereka tentu saja tidak berkeinginan terpapar COVID-19," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan selama pelaksanaan isolasi tentu diberlakukan SOP COVID-19, orang tidak bebas keluar masuk. Kebijakan ini tentu sudah melalui pengkajian yang matang oleh pemerintah daerah.

"Insyaallah ini tidak ada pengaruhnya atau membuat masyarakat berpotensi terpapar virus corona. Mohon pengertian dan dukungannya," ujar dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar