Sekda Pesisir Selatan nilai pernyataan Wakil Ketua DPRD memanggil bupati tidak tepat

id Pesisir Selatan,Erizon,berita pesisir selatan,pesisir selatan terkini,refocusing APBD pesisir selatan,penanganan COVID-19 ,berita sumbar,sumbar terkin

Sekda Pesisir Selatan nilai pernyataan Wakil Ketua DPRD memanggil bupati tidak tepat

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Erizon. ANTARA/ist (ANTARA/Didi SP)

Painan, (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera BaratErizon menilai pernyataan Wakil Ketua DPRD setempatJamalus Yatim di beberapa media dalam jaringan (daring) yang menyebut memanggil bupati tidak tepat dan tidak berdasar.

"Istilah memanggil itu ada pada yudikatif, atau saat penggunaan hak angket oleh DPRD sehingga kami menilai pernyataan itu tidak berdasar," kata dia di Painan, Rabu (13/5).

Apalagi kata dia, sampai saat ini secara kelembagaan DPRD setempat belum pernah memanggil Bupati Pesisir Selatan.

Jika yang dimaksud berkaitan dengan rapat dengar pendapat tentang refocusing APBD kabupaten dalam penanganan COVID-19 pada Selasa (12/5), maka itu merupakan undangan bukanlah pemanggilan.

"Jadi itu bukan pemanggilan tetapi hanya undangan dan undangan tersebut tertuang dalam surat Ketua DPRDNomor 172/137/DPRD-PS/V/2020 tanggal 11 Mei 2020," jelasnya.

Ia meyakini apa yang disampaikan Jamalus Yatim bukanlah pernyataan resmi pimpinan DPRD, namun lebih kepada pernyataan pribadi yang bersangkutan.

"Dari pernyataan Jamalus Yatim sepertinya beliau tidak paham tentang pemerintahan dan saya sarankan untuk lebih banyak belajar," imbuhnya.

Ia menyebut jika bupati tidak bisa menghadiri undangan DPRD, bisa diwakilkan kepada sekda, atau kepada tim yang dinilai kompeten sebab pemerintahan itu adalah sistem bukan individu.

Apalagi lanjutnya berkaitan dengan pelaksanaan refocusing APBD kabupaten untuk penanganan COVID-19, sesuai Perpu Nomor 1 tahun 2020 tidak perlu persetujuan DPRD. Namun hasilnya disampaikan pemerintah daerah ke DPRD sesuai peraturan perundang undangan berlaku. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar