Solok Selatan belum salurkan bantuan sosial ke masyarakat, ini alasannya

id Zulkarnaini,bantuan sosial solok selatan,solok selatan terkini,berita solok selatan,berita sumbar,sumbar terkini

Solok Selatan belum salurkan bantuan sosial ke masyarakat, ini alasannya

 Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Zulkarnaini. (ANTARA/Erik IA)

Padang Aro, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengungkapkan alasan belum disalurkannya bantuan sosial kepada masyarakat karena data akurat dari Kemensos sampai saat ini belum ada.

"Kita dijatah sekitar enam ribuan oleh Kemensos untuk BLT ini, tetapi sekarang masih menunggu data by name by addres dari kemensos tujuannya agar tidak ada data penerima bantuan ganda," kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Zulkarnainidi Padang Aro, Rabu.

Dia mengatakan, kalau data dari Kemensos sudah ada maka bantuan yang dananya bersumber dari APBD maupun Dana Nagari bisa disalurkan.

Kalau seandainya bantuan dari APBD disalurkan saat ini katanya, dan saat data Kemensos diberikan ternyata ditemukan ganda dan itu akan menjadi permasalahan di kemudian hari.

"Agar tidak ada data ganda dalam bansos akibat pendemi COVID-19 kami tunggu data valid dari Kemensos dulu," ujarnya.

Dia menyebutkan, pemkab sudah berkoordinasi dengan Kemensos dan data yang dikirim tidak ada yang salah hanya saja mereka butuh waktu untuk memprosesnya sebab data seluruh Indonesia masuk.

Pemerintah meminta masyarakat bersabar dan bantuan ini akan segera diberikan setelah data valid diterima.

Hari ini katanya, pihaknya juga sedang memeriksa usulan dari Nagari supaya tidak ada yang ganda.

Sedangkan untuk masyarakat yang tidak terakomodir dari BLT ini katanya, maka akan diakomodir dengan bantuan lainnya berupa sembako tetapi memang tidak ada dalam bentuk uang.

"Kami sudah menyediakan sembako bagi masyarakat yang tidak masuk daftarpenerima BLT," ujarnya.

"Kami berharap masyarakat bersabar dulu dan kami sedang berupaya menyelesaikannya secepatnya," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar