Penutupan seluruh puskesmas dampak COVID-19, ini penjelasan Pemkab Agam

id penutupan puskesmas,pandemi covid-19,agam,penutupan puskesmas di agam

Penutupan seluruh puskesmas dampak COVID-19, ini penjelasan Pemkab Agam

Corona Virus (ilustrasi) (1)

​​​​​​​Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat membantah isu terkait seluruh puskesmas di daerah itu ditutup akibat dampak dari petugas kesehatan positif terpapar Corona Virus Disease (COVID-19).

"Penutupan 23 puskesmas di daerah itu tidak benar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Agam, Khasman Zaini di Lubukbasung, Senin.

Pemkab Agam tidak menutup total pelayanan puskesmas, namun hanya membatasi pasien.

Pasien yang dilayani di puskesmas itu betul-betul mendesak untuk dilayani seperti kecelakaan, melahirkan dan kondisi darurat lainnya.

Khusus pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tambahnya petugas kesehatan wajib menggunakan alat pelindung diri level tiga.

Langkah ini perlu dambil untuk menjaga supaya tidak terjadi penularan COVID-19 di puskesmas dan ini dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 antara pasien dan petugas kesehatan.

"Penularan COVID-19 itu sangat gampang dan ini harus diwaspadai," karanya.

Ia mengakui petugas kesehatan di daerah itu positif COVID-19 sebanyak 10 orang.

Ke 10 tenaga kesehatan itu berasal dari Puskesmas Baso tujuh orang, Puskesmas Lasi satu orang, Puskesmas Lubukbasung dua orang.

"Mereka ini diisolasi di Rumah Sakit AchmadMochtar Bukittinggi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumbar dan lainnya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar