Empat orang anak tewas tertimbun tanah galian di Yuanyang, China

id bangunan di China runtuh,tertimbun galian di China,terjebak bangunan runtuh, hotel karantina di China ambruk

Empat orang anak tewas tertimbun tanah galian di Yuanyang, China

Ilustrasi: Para pekerja menghancurkan gedung perumahan di Yuhuan, provinsi Zhejiang, China, Selasa (6/12). Gedung yang selesai dibangun pada Januari 2011 itu mulai miring ke arah barat akibat tumpukan pondasi yang lemah pada 1 November lalu, menurut keterangan dari Kantor Berita Xinhua. (FOTO ANTARA/REUTERS/China Daily)

Tujuh orang, termasuk manajer proyek pembangunan perumahan, ditahan dan dimintai pertanggungjawaban,
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak Empat orang anak berusia lima hingga 11 tahun ditemukan tewas tertimbun tanah galian di lokasi proyek pembangunan perumahan di Kabupaten Yuanyang, Provinsi Henan, China.

Tujuh orang, termasuk manajer proyek pembangunan perumahan, ditahan dan dimintai pertanggungjawaban, kata Pemkab Yuanyang dikutip media resmi setempat, Senin.

Anak-anak yang menjadi korban itu merupakan warga salah satu desa di Kabupaten Wenzhuang.

Hasil penyelidikan sementara menyebutkan bahwa korban kesulitan bernapas saat tertimbun gundukan.

Tidak diketahui secara jelas bagaimana para korban terjebak dalam gundukan tanah.

Jenazah empat anak itu ditemukan satu meter di bawah galian tanah pada Sabtu (18/4), demikian dilaporkan portal berita Thepaper.cn.

Media tersebut menduga ada kesalahan konstruksi dalam proyek itu.

Liu, ayah dari dua anak yang menjadi korban, mengatakan bahwa empat anak itu berasal dari tiga keluarga berbeda.

Dia mengaku kehilangan dua anak lelakinya pada Sabtu (18/4) pukul 17.00 waktu setempat (16.00 WIB). Beberapa saat kemudian, dia mendapatkan informasi bahwa anaknya sudah tidak bernyawa dan diangkat dari dalam tanah galian.

Pemkab Yuanyang menyatakan pihak pengembang tidak mematuhi prosedur pembangunan perumahan.

Feng Xianying, seorang pengacara dari Yingke Law Firm, mendesak pemerintah memperketat jaminan keselamatan anak-anak.

Oleh karena sedang terjadi pandemi COVID-19, lanjut dia, anak-anak seharusnya belajar di rumah sehingga sangat penting menjaga keselamatan jiwa mereka.

"Baik sekolahan maupun orang tua harus bekerja sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak mereka. Para orang tua harus menyediakan waktu lebih banyak untuk mendampingi anak-anak mereka," ujarnya seperti dikutip China Daily.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar