Saham-saham Wall Street reli dipicu harapan perang lawan virus, Dow naik 780 poin

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P 500,indeks Nasdaq

Saham-saham Wall Street reli dipicu harapan perang lawan virus, Dow naik 780 poin

Ilustrasi. Suasana lantai bursa di New York Stock Exchange (NYSE) Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/aa.

New York, (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan Dow ditutup reli sekitar 780 poin di tengah tanda-tanda tentang wabah virus corona di Amerika Serikat mendekati puncaknya, meningkatnya harapan dalam perang melawan pandemi.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 779,71 poin atau 3,44 persen, menjadi ditutup di 23.433,57 poin. Indeks S&P 500 naik 90,57 poin atau 3,41 persen, menjadi berakhir 2.749,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 203,64 poin atau 2,58 persen, menjadi 8.090,90 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor real estat dan energi masing-masing naik 7,41 persen dan 6,74 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya.

Sentimen tetap berfluktuasi, tetapi investor tetap berharap tentang potensi pelambatan dalam pertumbuhan kasus virus corona baru, para ahli mencatat.

"Fokus utama ‘puncak.’ Tampaknya yang ada di benak setiap investor saat ini adalah kapan kasus virus corona akan memuncak," kata Eric Freedman, kepala investasi di US Wealth Management Bank di North Carolina seperti dikutip oleh Reuters.

“Pada titik tertentu, pertimbangan ekonomi benar-benar mulai terwujud. Ditambah lagi, apa yang akan menjadi mekanisme transmisi untuk ekonomi, artinya pada fase apa ekonomi akan dimulai kembali."

Lebih dari 419.000 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat pada Rabu sore (8/4/2020), dengan 14.262 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Pasar juga menemukan beberapa dukungan setelah kandidat presiden Demokrat AS Bernie Sanders keluar dari persaingan kandidat presiden dari Demokrat pada Rabu (8/4/2020), membuka jalan bagi kandidat yang tersisa dari partai itu Joe Biden untuk menjadi calon Demokrat.

Berita itu meningkatkan sentimen pasar karena Biden dipandang oleh Wall Street sebagai kandidat yang lebih ramah pasar daripada Sanders, menurut analis. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar