Kejari Padang siap tuntut hukuman maksimal penyeleweng anggaran penanganan COVID-19

id Kejari Padang,penyelewengan anggaran covid-19,covid-19

Kejari Padang siap tuntut hukuman maksimal penyeleweng anggaran penanganan COVID-19

Kepala Kejaksaan Negeri Padang Ranu Subroto. (ANTARA/Fathul Abdi)

Padang (ANTARA) - Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Ranu Subroto menegaskan pihaknya akan menuntut hukuman maksimal kepada pelaku yang terbukti menyelewengkan anggaran penanganan COVID-19 di daerah itu.

"Kami tidak ingin main-main untuk anggaran (COVID-19) ini, pelaku akan diberi hukuman maksimal," katanya di Padang, Rabu.

Hal itu dikatakannya mengingat saat ini beberapa anggaran pemerintah digunakan untuk penanggulangan dan penanganan COVID-19.

Karena itu, ia mengingatkan agar anggaran tersebut digunakan sebagaimana mestinya dan sesuai peruntukan, termasuk yang sifatnya bantuan kepada masyarakat.

"Jangan sampai ada yang menyimpang dari peruntukkan, dan yang sifatnya bantuan harus tepat sasaran," katanya.

Ia menegaskan jangan ada oknum yang memanfaatkan kondisi saat ini demi mengambil keuntungan pribadi.

Ranu menjelaskan pelaku yang terbukti menyelewengkan anggaran itu bisa dijerat dengan tindak pidana korupsi, karena anggaran bersumber dari keuangan negara.

"Hal ini juga sudah disampaikan ketika menggelar rapat bersama pemerintah daerah, agar anggaran terkait penanganan COVID-19 betul-betul diamankan dan digunakan sebagaimana mestinya," katanya.

Selain itu kondisi yang tengah dilanda COVID-19 akan menjadi pertimbangan untuk memperberat hukuman pelaku.

Namun demikian, ia mengatakan pemerintah daerah tidak perlu takut untuk menggunakan anggaran selama sesuai dengan aturan dan ketentuan.

"Jika kesalahannya sebatas administrasi tidak akan diproses, penindakan dilakukan terhadap kesalahan yang disengaja dan terlihat niat jahat (mens rea) nya," katanya.

Pada bagian lain, ia mengajak seluruh pihak saling bahu-membahu dan saling menguatkan dalam situasi pandemi yang sedang melanda saat ini.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar