Pariaman mendata UMKM terdampak COVID-19 untuk memberikan subsidi sembako

id dampak covid-19,umkm pariaman,bantuan sembako,kota pariaman

Pariaman mendata UMKM terdampak COVID-19 untuk memberikan subsidi sembako

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Sumbar Gusniyetti Zaunit. (Antara Sumbar/ Aadiaat M.S.)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat sedang mendata pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah itu yang usahanya terdampak COVID-19 guna memberikan bantuan subsidi sembako.

"Rencananya subsidi sembako ini disalurkan sebelum masuk bulan Ramadan," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Senin.

Ia menyebutkan setidaknya ada 7.117 pelaku UMKM di daerah itu yang harus didata oleh pihaknya sebelum memasuki minggu ke tiga April 2020 atau sebelum memasuki Ramadan.

Ia menjelaskan pemberian bantuan tersebut karena pihaknya menilai omzet pelaku UMKM di daerah itu turun drastis sebab warga lebih banyak di rumah dan tidak adanya kunjungan wisatawan.

"Jadi kami bantu dengan beberapa bantuan sosial," katanya.

Ia menyebutkan adapun bantuan yang diberikan yaitu dengan memberikan beras serta subsidi paket sembako seharga Rp65 ribu yang isinya di antaranya telur, minyak, dan gula.

Selain itu, lanjutnya untuk sementara pihaknya tidak meminta uang retribusi kepada pedagang di pasar guna meringankan beban pedagang.

Sebelumnya pedagang Sala Lauak yang berjualan di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman mengalami penurunan omzet pasca-mewabahnya COVID-19 di Indonesia.

"Hari biasa saja omzet dagang sala saya berkisar Rp150 ribu per hari, namun sekarang palingan Rp25 ribu per hari," kata salah seorang pedagang sala lauak di Pantai Gandoriah Upik (50) di Pariaman.

Ia mengatakan kondisi tersebut karena sepinya pengunjung semenjak Sabtu (21/3) sehingga mulai Senin (23/3) pedagang di lokasi penjualan kuliner khas Pariaman itu banyak yang tidak berjualan.

Biasanya pedagang di lokasi tersebut berjumlah belasan orang, namun yang berjualan sekarang hanya tiga orang.

"Saya tetap berjualan karena usaha saya hanya ini, kalau tidak jualan biaya makan bagaimana," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar