Menkeu perkirakan penerimaan negara akan turun 10 persen akibat COVID-19

id Sri mulyanu,Penerimaan negara,Pendapatan negara,menkeu

Menkeu perkirakan penerimaan negara akan turun 10 persen akibat COVID-19

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. ANTARA/Dewa Wiguna/pri.

Jakarta, (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan negara untuk tahun ini berpotensi mengalami penurunan hingga 10 persen karena pemerintah menggelontorkan stimulus dalam rangka mengatasi dampak virus corona atau COVID-19.

“Kami memprediksi pendapatan negara bisa turun 10 persen,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani menuturkan faktor penurunan penerimaan itu adalah rencana pemerintah untuk menurunkan tarif PPh dan PPN bagi UMKM serta industri yang diajukan dalam Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

“Dalam Perppu diusulkan penurunan tarif PPh artinya yang ada dalam Omnibus Law Perpajakan kita tarik untuk dimajukan di 2020 sebagai bagian dari pengurangan beban korporasi sehingga tidak menimbulkan tekanan untuk PHK,” jelasnya.

Tak hanya itu, penurunan pendapatan negara juga dilatarbelakangi oleh goncangan yang dialami beberapa sektor seperti dari sisi migas yaitu turunnya harga minyak mentah di pasar global dari target 63 dolar AS per barel diperkirakan menjadi sekitar 38 dolar AS hingga 31 dolar AS per barel.

Selanjutnya, ekspor juga akan berkontribusi dalam penurunan penerimaan negara sebab diproyeksikan akan terkontraksi antara 14 persen hingga 15,6 persen.

“Di dalam kita mengantisipasi kondisi ekonomi yang turun tajam maka penurunan pendapatan negara baik dari migas maupun non migas termasuk PNBP dan insentif pajak yang diberikan,” ujarnya.

Sementara itu, Menkeu mengatakan defisit anggaran pun turut melebar hingga 5,07 persen karena adanya tambahan belanja negara mencapai Rp405,1 triliun untuk mengatasi dampak virus corona sekaligus mendukung perekonomian.

“Dari sisi belanja tambahan tadi Rp255 triliun dan pembiayaan Rp150 triliun jadi postur APBN diprediksi akan mengalami defisit 5,07 persen dari PDB,” ujarnya.

Sebagai informasi, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp2.233,2 triliun dalam postur APBN 2020 yang didapat melalui penerimaan perpajakan Rp1.865,7 triliun, PNBP sebesar Rp367 triliun, dan hibah Rp500 miliar. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar