Solok Selatan alihkan sejumlah anggaran untuk perangi COVID-19, diantaranya Pilkada dan TdS

id penanganan covid-19,solok selatan waspada covid-19,virus corona,covid-19

Solok Selatan alihkan sejumlah anggaran untuk perangi COVID-19, diantaranya Pilkada dan TdS

Petugas kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melakukan pemeriksaan suhu tubuh di perbatasan Ulu Suliti yang merupakan salah satu gerbang masuk dari Kabupaten Solok kepada salah seorang warga yang akan memasuki Kabupaten itu guna mencegah penularan virus Corona (ANTARA/HO)

Padang Aro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar tahap awal untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 di daerah itu.

"Tahap awal kami siapkan anggaran Rp12 miliar penanganan wabah COVID-19 ini yang diambilkan dari APBD dan ini nanti akan ditambah lagi dari beberapa pos anggaran," kata Pelaksana tugas Bupati Solok Selatan Abdul Rahman di Padang Aro, Rabu.

Dia menjelaskan beberapa pos anggaran yang memungkinkan untuk penambahan dana tersebut seperti anggaran pilkada yang diundur tahun 2021, Tour de Singkarak (TdS), serta anggaran lainnya.

Anggaran yang dialokasikan tersebut dipergunakan untuk berbagai keperluan seperti tambahan Alat Pelindung Diri (APD) dalam jumlah banyak, insentif para tenaga medis, tambahan beberapa peralatan medis, penyiapan tempat serta kebutuhan lain yang diperlukan.

"Untuk APD lengkap kami akan cadangkan hingga lima ribu set dengan dana hingga Rp5 miliar," ujarnya.

Menurutnya APD sangat penting untuk memberikan kenyamanan kepada tenaga medis yang berjuang di garda terdepan dalam menghadapi wabah Corona Virus Disease.

Saat ini pemerintah setempat sudah ada cadangkan APD sebanyak 88 buah di RSUD, dan 50 buah di Dinas Kesehatan.

Dalam penggunaan anggaran kebencanaan ini, katanya sangat berhati-hati walaupun pemerintah pusat sudah menjanjikan untuk memberikan kemudahan dalam pengadaan ini, namun itu semua akan tetap diawasi oleh pihak terkait.

"Saya tegaskan penggunaan dana ini agar berhati-hati jangan sekali-kali berfikir untuk melakukan tindakan yang berujung dengan masalah hukum," ujarnya.

Dalam penggunaan anggaran ini OPD diminta menjalani prosesnya sesuai aturan tanpa ada unsur-unsur mark up dan sebagainya.

"Ancaman hukumannya sangat berat bagi yang mencoba bermain dengan anggaran ini," katanya.

Sampai saat ini belum ada warga Solok Selatan yang positif COVID-19 baru sebatas Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 36 orang.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19 Pemkab Solok Selatan sudah mendirikan empat pos di perbatasan yang bertugas memeriksa setiap orang yang masuk Kabupaten itu.

Selain itu juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di kantor pemerintah serta fasilitas umum agar wabah COVID-19 ini tidak menyebar di Solok Selatan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar