Alat Pelindung Diri tenaga kesehatan kurang, Dinkes Padang berdayakan UMKM

id pembuatan apd,berita padang, berita sumbar, alat pelindung diri

Alat Pelindung Diri  tenaga kesehatan kurang, Dinkes Padang  berdayakan UMKM

Pekerja mengerjakan pembuatan alat pelindung diri (APD) yang dibuat di Padang, Sumatera Barat. (ANTARA/Iggoy El Fitra)

Padang, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Padang berinisiatif membuat Alat Pengaman Diri (APD) berupa pakaian hazmat bagi tenaga medis yang menangani pasien corona dengan memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang bergerak di bidang konveksi.

"Kebutuhan APD sangat besar, satu pasien butuh 10 pakaian lengkap sehari dan itu selama 14 hari sehingga totalnya 140, belum lagi untuk petugas yang melakukan penyaringan ke lapangan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani di Padang, Sabtu.

Menurut dia untuk menyiasati akhirnya pihaknya membuat sendiri dengan memberdayakan UMKM yang ada.

Bahannya kami belikan, model jahitan diperlihatkan bahkan sampai resleting dan karet juga dicarikan sehingga pelaku UKM tinggal menjahit saja, kata dia.

Selain pakaian lengkap salah satu APD yang saat ini langka adalah masker.

"Kami mengimbau masyarakat karena kondisinya langka disarankan memakai masker yang terbuat dari kain, akan tetapi kalau pakai masker dari kain jangan lupa dicuci," ujarnya.

Terkait cairan pembersih tangan kelangkaan sudah bisa diatasi karena semua orang sudah bisa membuatnya.

Pemkot Padang juga sudah melatih satu orang per kelurahan untuk membuatnya.

Kepada warga Padang ia mengimbau untuk menunda perjalanan ke daerah yang terjangkit dan fokus melakukan pembatasan sosial di rumah.

Belajar dari kasus positif corona di Padang rata-rata pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit, kata dia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Padang hingga Sabtu 28 Maret 2020 di Padang terdata 1.631 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, 90 orang dalam pengawasan, tujuh orang pasien dalam pengawasan, tiga positif, satu meninggal dunia dan empat orang menunggu hasil tes.

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar