Belajar di rumah diperpanjang, ini permintaan Wali Kota Payakumbuh ke wali murid

id riza falepi,belajar di rumah,covid-19,wabah corona,kota payakumbuh

Belajar di rumah diperpanjang, ini permintaan Wali Kota Payakumbuh ke wali murid

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi. (ANTARA/Akmal Saputra)

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat secara resmi memperpanjang waktu pelaksanaan belajar di rumah sampai dengan 15 April 2020.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi di Payakumbuh, Jumat, mengatakan pelaksanaan belajar di rumah ini dinilai menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan penularan virus Corona jenis baru atau COVID-19

"Ini awal dari wabah ini, bisa jadi angka kita terus bertambah. Makanya kami memutuskan untuk memperpanjang masa belajar dari rumah," katanya.

Untuk itu, ia mengimbau agar seluruh wali murid agar koorperatif dengan ikut mengawasi, memantau, dan mendampingi peserta didik selama kegiatan belajar di rumah dilaksanakan.

"Kita tekankan, selama belajar di rumah anak-anak usia sekolah dilarang ngumpul-ngumpul di keramaian dan beraktifitas di luar, kalau kedapatan maka akan ditindak oleh aparat berwenang," sebutnya.

Sebelumnya, Pemkot Payakumbuh telah merumahkan siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA selama 14 hari, terhitung dari 19 Maret hingga 1 April 2020.

"Belajar dari rumah ini berlaku untuk seluruh tingkat sekolah yang menjadi wewenang Pemkot Payakumbuh. Untuk tingkat SMA itu wewenang bapak gubernur," ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Agustion mengatakan Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rakor pimpinan daerah Kota Payakumbuh Kamis (26/3).

"Dalam kebijakannya anak sekolah belajar di rumah ini, siswa diberi tugas sesuai dengan program pembelajaran," kata dia.

Dalam edaran tersebut, kata dia, ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmenjarak jauh.

"Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilainya untuk menentukan kelulusan siswa," sebutnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar