336 set APD dan 42 ribu masker didistribusi Pemerintah Aceh

id Virus Corona,COVID-19,Positif COVID-19,Pemerintah Aceh,APD,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,nove

336 set APD dan 42 ribu masker didistribusi Pemerintah Aceh

Ilustrasi - Petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona (COVID-19). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc/pri.)

RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan utama penanganan COVID-19 mendapat 50 set APD serta 10.000 masker. RSUD Cut Mutia Lhokseumawe sebagai rumah sakit rujukan juga mendapat 50 set APD dan 5.000 masker,
Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 336 set alat pelindung diri (APD) berupa baju antiinfeksi bagi tenaga medis dan 42.000 lembar masker untuk 29 rumah sakit umum daerah (RSUD) di provinsi Aceh didistribusikan oleh pemerintah daerah setempat.

Juru Bicara COVID-19 Pemerintah AcehSaifullah Abdulgani di Banda Aceh, Rabu, mengatakan distribusikan itu dilakukan secara proporsional sesuai dengan data dan estimasi beban pelayanaan masing-masing rumah sakit.

Dia menyebutkan APD yang menyerupai baju 'astronot' tersebut berasal dari Pemerintah Aceh dan bantuan dari Kementerian Kesehatan RI.

RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan utama penangananCOVID-19 mendapat 50 set APD serta 10.000 masker. RSUD Cut Mutia Lhokseumawe sebagai rumah sakit rujukan juga mendapat 50 set APD dan 5.000 masker.

"Sedangkan 11 rumah sakit lainnya yang sedang dipersiapkan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 mendapat masing-masing 12 set baju dan 1.000 lembar masker," katanya.

Ia menyampaikan 11 rumah sakit persiapan rujukan tersebut adalah RSUD Meuraxa Banda Aceh, RSUD Tgk Chik Ditiro, RSUD dr Fauziah, RSUD Langsa, RSUD Datu Beru, RSUD SIM Nagan Raya, RSUD Teuku Peukan, RSUD Zubir Mahmud, RSUD Ali Kasim, RSUD H Sahuddin, dan RSUD Yulidin Away.

"Sisanya didistribusikan kepada 16 RSUD, baik yang berada di Banda Aceh maupun di kabupaten/kota," katanya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah warga dengan status orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di Aceh bertambah sebanyak 23 orang, dibandingkan data pada Selasa (24/3) pukul 15.00 WIB. Data ODP terkini di Aceh berjumlah 216 orang.

"Hal ini terjadi karena bertambahnya orang Aceh yang kembali dari daerah penularan lokal maupun daerah transmisi di luar negeri," katanya.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP), jumlahnya masih tetap enam orang. Lima PDP sedang dirawat di RICU RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dan satu PDP lainnya di RSUD Cut Mutia Lhokseumawe.
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar